Petani Sukamulya Mengeluh: Pupuk Subsidi Telat 3–4 Bulan,
TRIBUNCHANNEL.COM-LAMPUNG UTARA—
Petani di Desa Sukamulya, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, mengeluhkan keterlambatan penyaluran pupuk bersubsidi yang disebut mencapai 3 hingga 4 bulan.
Keluhan terutama datang dari petani yang tergabung dalam kelompok tani. Mereka mengaku telah membayarkan pupuk sekaligus ongkos pengiriman, namun pupuk yang diharapkan belum juga diterima.
Persoalan kembali mencuat saat kelompok tani hendak melakukan penebusan berikutnya. Menurut keterangan salah satu anggota kelompok tani yang meminta namanya tidak disebutkan, PPTS Tani Sejahtera 1.1 yang berada di Dusun Tangkit, Desa Merambung, Kecamatan Tanjung Raja, menyampaikan stok pupuk telah habis.
Petani tersebut juga menyebut, apabila ingin melakukan penebusan kembali, harga yang ditawarkan berbeda, yakni urea Rp145.000 per sak dan Phonska Rp145.000 per sak.
“Kami kelompok tani siap memenuhi semua persyaratan. Yang penting pupuk sampai kepada petani. Jangan sampai kami sudah difoto dengan KTP, tetapi pupuknya tidak sampai,” ujar sumber tersebut, Minggu (6/9/2026).
Ia mempertanyakan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi, terutama terkait alasan belum tersedianya stok dan proses pendataan atau dokumentasi petani yang disebut belum dilakukan.
Petani berharap Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) bersama dinas terkait segera turun ke lapangan untuk mengecek secara langsung distribusi pupuk bersubsidi di wilayah tersebut, termasuk ketersediaan stok, mekanisme penebusan, serta kesesuaian harga yang dibebankan kepada petani.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait maupun pihak PPTS Tani Sejahtera 1.1 mengenai keluhan tersebut. Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.
Darwis/red



















