Siap Hibahkan 1 Hektare Lahan Untuk Pembangunan Gudang Bulog 2027 dari Pemkab Pasbar
TRIBUNCHANNEL-COM–PASAMAN BARAT [SUMBAR] Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menghibahkan lahan seluas 1 hektare di Kompleks Pertanian Padang Tujuh untuk pembangunan Infrastruktur Pascapanen (IPP) atau Gudang Perum Bulog yang direncanakan mulai dibangun pada 2027. Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan hasil pertanian, menjaga kualitas panen, serta mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.
Komitmen hibah lahan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, dan Pimpinan Cabang Bulog Bukittinggi, Romi Victa Rose, di Rumah Dinas Wakil Bupati Pasaman Barat, pada Rabu (4/11/2026) Kegiatan itu turut didampingi Asisten II Sekretariat Daerah Pasaman Barat Afrizal, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ekadiana Oktavia, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Pembangunan gudang direncanakan pada 2027 menggunakan anggaran pemerintah pusat. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung penanganan hasil panen, terutama komoditas padi dan jagung yang menjadi unggulan sektor pertanian Pasaman Barat.
Wakil Bupati M. Ihpan mengatakan, hibah lahan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur pascapanen yang memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan masyarakat.
Menurutnya, Pasaman Barat memiliki potensi produksi pangan yang besar. Berdasarkan data produksi dan kebutuhan pangan daerah, produksi padi mencapai 61.213 ton per tahun, sedangkan kebutuhan daerah sebesar 60.747 ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 466 ton per tahun.
Sementara itu, produksi jagung mencapai 288.600 ton per tahun, jauh di atas kebutuhan daerah yang sebesar 63.329 ton. Kondisi tersebut menghasilkan surplus sekitar 225.271 ton per tahun dan memperkuat posisi Pasaman Barat sebagai salah satu daerah sentra produksi jagung.
“Kita memiliki potensi produksi padi dan jagung yang sangat besar. Potensi ini harus didukung dengan infrastruktur yang memadai agar hasil kerja keras para petani dapat dikelola dengan baik dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Ihpan.
Ia berharap pembangunan gudang Bulog tersebut dapat segera direalisasikan sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha pertanian.
Ihpan juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan Perum Bulog untuk mewujudkan Pasaman Barat sebagai daerah yang mandiri pangan, produktif, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Bukittinggi Romi Victa Rose menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pascapanen tersebut diharapkan dapat mendukung penyimpanan dan penanganan hasil pertanian daerah, khususnya padi dan jagung.
Menurutnya, potensi produksi pangan Pasaman Barat perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas penyimpanan dan penanganan hasil panen yang memadai. Dengan demikian, hasil pertanian dapat dikelola secara lebih optimal, terjaga kualitasnya, dan memiliki rantai distribusi yang lebih efisien.
Pembangunan Gudang Bulog di Kompleks Pertanian Padang Tujuh diharapkan mampu mengurangi risiko kehilangan hasil panen, menjaga mutu komoditas, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan.
“Infrastruktur pangan bukan sekadar pembangunan fasilitas, melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi hasil panen petani, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pasaman Barat,” tutupnya.
Roni/Red



















