Pupuk Subsidi Telat 3–4 Bulan, Petani Sukamulya Mengeluh: “Kami Sudah Bayar, Mana Pupuknya?”

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 10:15 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Sukamulya Mengeluh: Pupuk Subsidi Telat 3–4 Bulan,

TRIBUNCHANNEL.COM-LAMPUNG UTARA—
Petani di Desa Sukamulya, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, mengeluhkan keterlambatan penyaluran pupuk bersubsidi yang disebut mencapai 3 hingga 4 bulan.

Keluhan terutama datang dari petani yang tergabung dalam kelompok tani. Mereka mengaku telah membayarkan pupuk sekaligus ongkos pengiriman, namun pupuk yang diharapkan belum juga diterima.

Persoalan kembali mencuat saat kelompok tani hendak melakukan penebusan berikutnya. Menurut keterangan salah satu anggota kelompok tani yang meminta namanya tidak disebutkan, PPTS Tani Sejahtera 1.1 yang berada di Dusun Tangkit, Desa Merambung, Kecamatan Tanjung Raja, menyampaikan stok pupuk telah habis.

Baca Juga :  PMR SMAN 1 Kotabumi Ukir Sejarah, Kuasai Semua Kategori Tandu Tamafest 2.0

Petani tersebut juga menyebut, apabila ingin melakukan penebusan kembali, harga yang ditawarkan berbeda, yakni urea Rp145.000 per sak dan Phonska Rp145.000 per sak.

“Kami kelompok tani siap memenuhi semua persyaratan. Yang penting pupuk sampai kepada petani. Jangan sampai kami sudah difoto dengan KTP, tetapi pupuknya tidak sampai,” ujar sumber tersebut, Minggu (6/9/2026).

Ia mempertanyakan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi, terutama terkait alasan belum tersedianya stok dan proses pendataan atau dokumentasi petani yang disebut belum dilakukan.

Baca Juga :  BUMDes Maju Bersama Setor PAD, Bukti Nyata Kemandirian Ekonomi Desa Sumber Agung

Petani berharap Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) bersama dinas terkait segera turun ke lapangan untuk mengecek secara langsung distribusi pupuk bersubsidi di wilayah tersebut, termasuk ketersediaan stok, mekanisme penebusan, serta kesesuaian harga yang dibebankan kepada petani.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait maupun pihak PPTS Tani Sejahtera 1.1 mengenai keluhan tersebut. Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Darwis/red

Berita Terkait

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda
Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung
Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.
Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.
Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut
Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung
Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara
Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Dugaan Mark-Up Rp9,9 Miliar Anggaran Swakelola Bapenda Lampung Timur Selama 2 Tahun Disorot

Berita Terbaru