Manfaatkan Kesempatan, Seorang Modin di Jombang Diduga Lakukan Pungli
TRIBUNCHANEL.COM-Jombang – Seorang Modin Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap warga desa Plemahan yang hendak menikah atau mengurus administrasi pernikahan.
Dugaan Praktik Pungutan ini sudah dilakukan bertahun-tahun oleh Modin (inisial AR), dirinya melakukan pungutan dengan alasan biaya administrasi KUA sebesar 600rb. Jika calon pengantin (Catin) melaksanakan akad nikah dirumah (mendatangkan penghulu) maka dikenakan biaya akomodasi sebesar 600rb. Jika Catin menitip berkas ke Modin dan mendatangkan penghulu kerumah maka biaya yang dikeluarkan total 1,2juta
Saat ditanya oleh awak media, AR mengaku bahwa titip berkas dan panggil penghulu dikenakan biaya 1,1juta terima jadi.
“kalau didesa Plemahan ini saya tarif 1,1juta mas, kalau diluar sana minimal masih 1,3juta bahkan ada yang mencapai 1,5juta,”ujar AR didepan awak media (26/2/26)
Namun informasi yang beredar dimasyarakat Modin mengenakan biaya 1,2juta bahkan lebih.
Agar aksinya lancar, AR mendatangi rumah warga yang hendak menikah jauh-jauh hari untuk mengelabuhinya dan memberikan intimidasi kepada Catin agar takut dan mau menitipkan administrasi berkas kepada AR.
Salah satu warga sebut saja Jack (nama samaran) yang baru menikah bulan Desember 2025 yang lalu. Mengalami hal serupa ketia Ia hendak melaksanakan pernikahan
Jack mengaku bahwa AR kerap berkunjung kerumahnya untuk menemu dirinya. Namun ketika AR menemui Jack bukannya menanyakan berkas tetapi malah meminta uang terlebih dahulu.
Jack yang kesal tidak menghiraukan AR Dan memilih untuk mengurus berkas secara mandiri, namun AR terus berupaya membujuk Jack agar mau titip berkas administrasi kepada AR.
Jack mengatakan bahwa Calon Istrinya merasa khawatir karena mendapat intimidasi dari AR jika melakukan administrasi sendiri akan dipersulit oleh pihak KUA.
“Aslinya saya mau urus berkas sendiri walau Modin sering kesini saya tidak menghiraukan, tetapi istri saya waktu itu takut karena Modin menakut-nakuti dan bilang jika mengurus sendiri akan dipersulit pihak KUA,” pungkasnya
Hingga berita ini diterbitkan, AR masih melancarkan aksinya kepada setiap warga Desa Plemahan yang hendak menikah.Rifki



















