Jepara Bersholawat di Karimunjawa
TRIBUNCHANNEL.COM–KARIMUNJAWA, JEPARA — Bupati Jepara Witiarso Utomo, yang akrab disapa Mas Wiwit, menghadiri kegiatan Jepara Bersholawat di halaman Masjid Jami Baitul Muttaqin, Kecamatan Karimunjawa, Jumat (9/10/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Jepara melalui program Jumat Berangkat, ziarah makam leluhur, dan Jepara Bersholawat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyinggung upaya pemerintah daerah mendorong pembangunan infrastruktur Karimunjawa, termasuk pengajuan dukungan anggaran sekitar **Rp55 miliar kepada pemerintah pusat**. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pembangunan wilayah kepulauan, terutama infrastruktur jalan yang menunjang mobilitas warga, distribusi barang, akses pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Namun, nilai Rp55 miliar tersebut masih merupakan angka pengajuan yang disampaikan dalam sambutan. Status persetujuan, sumber pendanaan, rincian program, serta jadwal pelaksanaannya perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pemerintah daerah dan instansi terkait.
Infrastruktur Menjadi Kebutuhan Strategis Kepulauan
Bagi masyarakat Karimunjawa, ketersediaan infrastruktur yang memadai memiliki arti penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Kondisi jalan yang baik dapat memperlancar pergerakan warga, membantu distribusi kebutuhan pokok, mendukung kegiatan usaha, serta meningkatkan akses terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Karimunjawa juga memiliki potensi di sektor pariwisata, perikanan, dan usaha masyarakat. Potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur yang selaras dengan kebutuhan warga, pengembangan ekonomi lokal, serta perlindungan lingkungan.
Karena itu, rencana pembangunan perlu dikawal sejak tahap pengajuan, penetapan prioritas, kepastian pembiayaan, hingga pelaksanaan dan pengawasan. Transparansi informasi serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar program yang terealisasi benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Arah pembangunan tersebut sejalan dengan visi Jepara MULUS, yakni Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius. Bagi masyarakat kepulauan, visi itu akan semakin terasa ketika peningkatan pelayanan, infrastruktur, dan kesempatan ekonomi dapat dinikmati secara merata.
Jepara Bersholawat, Menyatukan Doa dan Kebersamaan
Di luar agenda pembangunan, Jepara Bersholawat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan memanjatkan doa bagi kebaikan bersama. Lantunan selawat kepada Nabi Muhammad SAW menghadirkan pesan spiritual tentang pentingnya menjaga persaudaraan, ketenteraman, dan kepedulian sosial.
Masyarakat berharap Karimunjawa senantiasa diberi keberkahan, kesehatan, keamanan, kelancaran rezeki, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan. Doa juga menjadi ungkapan harapan agar setiap keluarga mampu menghadapi berbagai tantangan dan generasi muda tumbuh dengan akhlak yang baik.
Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi dengan pembangunan daerah. Kemajuan tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui kualitas hubungan sosial, kepedulian antarsesama, serta kemampuan masyarakat menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, dan warga. Dengan hubungan yang terjaga, berbagai persoalan daerah diharapkan dapat dibicarakan dan dicarikan jalan keluar secara bersama-sama.
Kunjungan ke Gereja Perkuat Pesan Kerukunan
Rangkaian kunjungan Bupati di Karimunjawa juga mencakup pertemuan dengan pengurus dan jemaat Gereja Pantekosta di Desa Karimunjawa. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komunikasi pemerintah daerah dengan masyarakat lintas agama.
Pertemuan lintas agama penting untuk membangun saling pengertian sekaligus memperkuat komitmen menjaga kehidupan yang aman, damai, dan harmonis. Pemerintah daerah diharapkan hadir melayani seluruh warga tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok sosial.
Kerukunan bukan hanya pesan seremonial, melainkan modal sosial untuk mendukung pembangunan. Lingkungan yang aman dan masyarakat yang saling menghormati akan membantu menciptakan ruang bagi kegiatan ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, serta kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.
Pelantikan Pengurus Ranting NU 2026–2031
Sebelum kegiatan Jepara Bersholawat, dilaksanakan pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Kemojan dan Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, untuk masa khidmat 2026–2031. Pelantikan tersebut dilakukan oleh KH. M. Nasrullah Huda, S.Hum., dari PCNU Jepara, sesuai informasi yang disampaikan dalam bahan kegiatan.
Pelantikan menjadi awal pelaksanaan amanah organisasi bagi para pengurus yang baru. Tanggung jawab tersebut mencakup penguatan kehidupan keagamaan, pelayanan umat, kepedulian sosial, serta kontribusi terhadap kemaslahatan masyarakat.
Dalam ikrar pelantikan, para pengurus menyatakan komitmen mengamalkan Pancasila dan UUD 1945, menegakkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, menaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU, serta menjalankan tugas organisasi dengan penuh tanggung jawab.
Mereka juga menyatakan kesiapan menyumbangkan tenaga dan pikiran bagi kemaslahatan umat dan masyarakat, kemajuan bangsa, serta terjaganya harkat dan martabat manusia.
Amanah tersebut diharapkan diwujudkan melalui kegiatan nyata, antara lain pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, kepedulian kepada warga yang membutuhkan, dan penguatan toleransi. Dengan demikian, organisasi keagamaan dapat berperan sebagai mitra masyarakat dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung kehidupan sosial yang lebih baik.
Jepara Bersholawat menjadi momentum untuk menyatukan doa dan ikhtiar. Harapan masyarakat akan semakin kuat ketika nilai spiritual dan persaudaraan berjalan seiring dengan perencanaan yang terukur, pelaksanaan yang transparan, serta pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Petrus/Red



















