Diduga Ada Pengkondisian Biro Wisata dalam Zoom Meeting MKKS SMK Lampung
TRIBUNCHENNEL.COM.-Lampung –
Dugaan adanya pengkondisian penggunaan biro perjalanan wisata mencuat dalam pertemuan daring antara pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Provinsi Lampung.
Pertemuan tersebut disebut berlangsung melalui Zoom Meeting yang melibatkan seluruh MKKS SMK di wilayah Lampung.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMK (Kabid PSMK) Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Maryanto, S.Sos, diduga mengarahkan para kepala sekolah SMK agar menggunakan salah satu biro perjalanan wisata tertentu untuk kegiatan sekolah.
Biro yang disebut dalam arahan tersebut diketahui bernama Deden, yang beroperasi melalui wadah koperasi bernama Koperasi Bumi Lampung Perkasa.
Pihak yang disebut dalam dugaan ini adalah Maryanto, S.Sos selaku Kabid PSMK Provinsi Lampung, para pengurus dan anggota MKKS SMK se-Provinsi Lampung, serta pihak biro perjalanan yang disebut bernama Deden yang terkait dengan Koperasi Bumi Lampung Perkasa.
Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan daring melalui platform Zoom yang diikuti oleh para kepala sekolah yang tergabung dalam MKKS SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Pertemuan Zoom Meeting tersebut disebut berlangsung pada kamis 12 Maret 2026 pukul 13,30 wib, meskipun waktu pasti pelaksanaannya belum dijelaskan secara rinci oleh sumber yang menyampaikan informasi tersebut.
Diduga arahan tersebut bertujuan untuk mengarahkan kegiatan perjalanan atau kegiatan tertentu yang melibatkan sekolah-sekolah SMK agar menggunakan jasa biro wisata yang dimaksud.
Namun hingga kini belum diketahui secara jelas alasan resmi dari arahan tersebut maupun apakah terdapat kebijakan formal dari Dinas Pendidikan terkait penggunaan biro perjalanan tertentu.
Menurut informasi yang beredar di kalangan kepala sekolah, dalam Zoom Meeting tersebut Kabid PSMK memberikan arahan kepada seluruh anggota MKKS SMK agar berkoordinasi dengan biro wisata yang disebutkan. Arahan itu disebut disampaikan sebagai bentuk rekomendasi atau pengkondisian kepada sekolah-sekolah yang akan melaksanakan kegiatan yang memerlukan jasa perjalanan wisata.
Hingga berita ini disusun, belum ada klarifikasi resmi dari Maryanto, S.Sos maupun pihak Koperasi Bumi Lampung Perkasa terkait dugaan pengkondisian tersebut. Pihak MKKS SMK Lampung juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai isi pertemuan daring tersebut.
Media ini masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna mendapatkan keterangan lebih lanjut agar informasi yang disampaikan kepada publik dapat berimbang dan akurat.
Darwis/red



















