Bukan Cuma Tatakarya: 13 Puskesmas di Lampura Tak Punya IPAL, Dinkes Ngaku APBD Nihil

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:14 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan Cuma Tatakarya: 13 Puskesmas di Lampura Tak Punya IPAL, Dinkes Ngaku APBD Nihil

TRIBUNCHANNEL.COM-Lampung Utara– Bom waktu limbah medis tak hanya mengancam warga Tatakarya. Dinas Kesehatan Lampung Utara mengakui ada 13 puskesmas di wilayahnya yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) standar, termasuk Puskesmas Rawat Inap Tatakarya.

Fakta itu terungkap setelah Kabid SDK Dinkes Lampura, Yuri Saputra, merespons keluhan warga soal ketiadaan IPAL di Puskesmas Tatakarya, Kecamatan Abung Surakarta.

Pantauan di lokasi, Jum’at 26 Juni 2026, kondisi Puskesmas Tatakarya memprihatinkan. Di area belakang, hanya terlihat tanah kosong tak terurus, rumput liar, sampah berserakan, dan penutup plat besi berkarat. Tak ada bangunan IPAL. Yang ada hanya Saluran Pembuangan Air Limbah Domestik (SPAL-D) atau bak tampung biasa.

“Gak ada IPAL. Ini baru ada SPAL-D. Atau bak tampung biasa,” ungkap seorang pegawai Puskesmas Tatakarya yang enggan namanya disebut. Jum’at (26/6/2026).

Padahal, puskesmas rawat inap ini berdiri di jantung kecamatan, dikelilingi pemukiman padat. Warga resah limbah infeksius dari ruang rawat inap, persalinan, dan laboratorium mencemari air tanah.

Baca Juga :  Berlindung di Balik Pemeriksaan BPK, Kepsek SMPN 1 Kotabumi Bungkam Soal Transparansi Dana BOSP

Ironisnya, masalah ini sudah menahun. “Dulu pernah diberitakan, sempat viral tahun 2021-2022. Kami sudah mengusulkan namun nihil,” kata pegawai tersebut. Bahkan pada 2022, alat IPAL sempat datang namun dipindah lagi ke puskesmas lain.
“Kalau saya ga keliru, 2022 pernah mau dipasang Ipal. Alat alatnya udah dipuskes tatakarya, tapi di ambil lagi dan dipindahkan ke puskesmas lain”, kata seorang pegawai

Artinya, sudah puluhan tahun sejak Puskesmas Tatakarya beroperasi tanpa IPAL. Padahal, Permenkes Nomor 7 Tahun 2019 mewajibkan setiap fasyankes punya IPAL.

Menanggapi itu, Kabid SDK Dinkes Lampura, Yuri Saputra, mengakui pihaknya terkendala anggaran.

“Kalau untuk pengajuan, kita setiap tahun ada pengajuan ke kementerian terkait pengelolaan air limbah ataupun IPAL. Kalau dari dana APBD terus terang kita belum pernah bisa belanja terkait IPAL,” kata Yuri kepada media radarcybernusantara. Kamis (25/6/2026).

Yuri menyebut penentuan puskesmas mana yang dapat IPAL bukan di tangan Dinkes, melainkan Kementerian Kesehatan lewat aplikasi ASPAK.

“Intinya terkendala anggaran kalau untuk dana APBD. Makanya setiap tahun kami tetap usulkan, tapi yang menentukan lokus itu adalah dari kementerian langsung,” ujarnya.

Baca Juga :  Tokoh Pemuda Segera Lapor Isu Diskriminatif SARA di Desa Sumber Arum

Saat ditanya jumlah puskesmas yang belum punya IPAL, Yuri merinci: “13 termasuk Tata Karya. Itu lagi kami usulkan juga untuk 2027.”

Pengakuan Dinkes bahwa APBD tak pernah dialokasikan untuk IPAL dan ada 13 puskesmas tak ber-IPAL memunculkan pertanyaan besar. Artinya, ada 13 titik bom waktu limbah medis di Lampung Utara.

Limbah cair medis yang tak diolah berpotensi mengandung bakteri, virus, hingga bahan kimia B3. Tanpa IPAL, limbah itu berisiko mencemari sumur warga dan memicu wabah penyakit.

Desakan warga pun tak hanya untuk Tatakarya. Publik mendesak Bupati dan DPRD Lampung Utara mengevaluasi prioritas anggaran kesehatan. Sebab, jika menunggu kementerian hingga 2027, artinya warga di 13 wilayah harus hidup berdampingan dengan ancaman limbah selama 2 tahun ke depan.

Media ini membuka ruang hak jawab bagi Dinas Kesehatan dan Pemkab Lampung Utara. Sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, klarifikasi akan dimuat utuh dan proporsional.

Darwis/Tim

Berita Terkait

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda
Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung
Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.
Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.
Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut
Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung
Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara
Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Dugaan Mark-Up Rp9,9 Miliar Anggaran Swakelola Bapenda Lampung Timur Selama 2 Tahun Disorot

Berita Terbaru