Di Tengah Polemik Pasar, Ada Asa yang Harus Dijaga

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 12:41 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan sekadar soal pasar, tetapi tentang masa depan dan cita-cita anak-anak.

TRIBUNCHANNEL.COM-LAMPUNG UTARA – Ada cerita pilu di balik hiruk pikuk persoalan eks Pasar Dekon Kotabumi yang hampir terlewatkan. Sejumlah anak dari pedagang di sana dikabarkan putus sekolah karena orang tua mereka tengah kesulitan ekonomi.

Potret pilu inilah yang dibawa Tokoh Masyarakat Lampung Utara, Frans Andaly, saat beraudiensi dengan Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Rabu (16/9/2026) di ruang rapat Bupati.

Frans datang didampingi Pembina DPD Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Faruk Danial, Ketua Pemuda Pancasila Awari Darwin, Sekretaris Ansori Dekati, dan Ketua Pospera Lampura Juani Adami.

Baca Juga :  Jalan Rusak Pasca Pembangunan BTS di Kelapa 7 Lampung Utara, Warga Desak Pemkab Bertindak

Audiensi yang difasilitasi Polres Lampung Utara itu diterima langsung Bupati Hamartoni Ahadis, didampingi Kapolres AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., Wakil Bupati Romli, Sekdakab Intji Indriati, dan Kasat Intelkam AKP Joko Purnomo.

Di hadapan Bupati, Frans memohon agar Pemkab segera turun mendata berapa banyak anak pedagang yang putus sekolah.

“Anak-anak ini masa depan kita. Jangan sampai karena orang tuanya susah, mereka kehilangan hak untuk sekolah,” ujar Frans dengan suara bergetar usai pertemuan.

Ia berharap Pemkab hadir di tengah kesulitan pedagang. Bukan hanya soal bangunan pasar, tapi soal perut dan masa depan anak-anak mereka.

“Turun langsung, cek satu per satu pedagangnya. Data anak-anaknya. Bantu mereka agar bisa kembali bersekolah seperti biasa. Pemkab harus hadir,” pintanya.

Baca Juga :  Tim Inspektorat Lampung Utara Monitoring Pengawasan di Abung Timur

Permintaan tulus itu disambut baik oleh Bupati Hamartoni Ahadis. Bupati merespon positif dan berjanji akan segera memerintahkan OPD terkait untuk mencari solusi terbaik.

“Alhamdulillah, Bupati menyambut baik saran kami. Beliau mengajak semua elemen bersama membangun Lampung Utara, tapi pembangunan yang tidak melupakan kesejahteraan rakyat kecil,” ungkap Frans.

Bagi Frans, ini bukan sekadar soal pasar. Ini soal kemanusiaan. Soal memastikan tak ada lagi anak di Kotabumi yang harus mengubur cita-citanya karena keadaan.

Darwis/red

Berita Terkait

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung
Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.
Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.
Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut
Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung
Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara
Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan
Dugaan Mark-Up Rp9,9 Miliar Anggaran Swakelola Bapenda Lampung Timur Selama 2 Tahun Disorot

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Dugaan Mark-Up Rp9,9 Miliar Anggaran Swakelola Bapenda Lampung Timur Selama 2 Tahun Disorot

Berita Terbaru