Semarak pembukaan Liga Unit Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang di lapangan depan MTs Plus Darul Ulum, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan diawali penampilan drumband dan pawai santri, dilanjutkan pembukaan liga sepak bola antarsatuan pendidikan.
TRIBUNCHANNEL.COM–JOMBANG – Liga Unit Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan, Jombang, resmi dibuka pada Sabtu (3/10/2026) pukul 14.00 WIB. Pembukaan berlangsung meriah di lapangan depan MTs Plus Darul Ulum Jombang, kawasan Ponpes Darul Ulum Rejoso, Peterongan.
Sejumlah tokoh dari Majelis Kepondokan Darul Ulum Jombang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya KH Rohmatul Akbar, S.T., H.M. Zahrul Jihad, Gus Dzulhilmi As’ad, KH M. Afifudin Dimyati, Lc., M.A., KH Hamid Bisri, Gus Mifta, serta para santri putra dan putri bersama jajaran kamtib.
Rangkaian pembukaan diawali dengan penampilan drumband dari SMA DU1 yang menambah semarak suasana. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pawai yang diikuti seluruh sekolah dan unit pendidikan di lingkungan Ponpes Darul Ulum.
Pawai tersebut mengambil start dari SMA DU2 Darul Ulum Jombang dan berjalan menuju garis finis di lapangan depan MTs Plus Darul Ulum Jombang. Para peserta mengikuti pawai dengan penuh antusias sebelum berkumpul di lokasi utama pembukaan Liga Unit.
Dalam sambutannya, KH Rohmatul Akbar atau yang akrab disapa Gus Bang, pengasuh Asrama Ar-Risalah Ponpes Darul Ulum, mengingatkan seluruh santri agar menjadikan Liga Unit sebagai ajang mempererat persaudaraan, bukan menjadi penyebab perpecahan.
Ia berpesan agar selama pertandingan berlangsung, seluruh santri menjaga kerukunan, kekompakan dan kebersamaan. Menurutnya, dukungan terhadap tim masing-masing harus tetap dilakukan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan tidak berlebihan.
“Jangan sampai fanatik berlebihan sampai menimbulkan pertengkaran, gesekan ataupun yang lainnya. Kami juga mengimbau para suporter untuk mendukung tim dengan sebaik-baiknya, tidak memprovokasi, tidak berkata kotor kepada pemain maupun wasit, dan tidak bertengkar dengan sesama santri,” ujar Gus Bang.
Ia menambahkan, perpecahan, pertengkaran, kelemahan, kekecewaan maupun kegagalan dapat terjadi di setiap zaman. Karena itu, para santri diharapkan tetap menjaga persatuan dan kekompakan.
“Santri harus kompak, harus rukun, agar mendapatkan pertolongan dari Allah SWT,” lanjutnya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pelepasan balon ke udara sebagai tanda bahwa Liga Unit Darul Ulum secara resmi telah dibuka. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH M. Afifudin Dimyati, Lc., M.A.
Setelah seluruh rangkaian seremoni selesai, kompetisi langsung dimulai dengan pertandingan sepak bola antarsatuan pendidikan di lingkungan Ponpes Darul Ulum. Laga perdana mempertemukan SMA MAU melawan SMA DU1.
Liga Unit Darul Ulum diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan menyalurkan bakat olahraga para santri, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menanamkan nilai sportivitas di lingkungan pesantren.
Abin/Red



















