Dana Rp50 Juta KWT Bumi Agung Marga Hilang Jejak, Warga Desak Kejari dan APH Turun Tangan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:43 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dana Rp50 Juta KWT Bumi Agung Marga Hilang Jejak, Warga Desak Kejari dan APH Turun Tangan

TRIBUNCHANNEL.COM–Lampung Utara– Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumi Agung Marga, Kecamatan Abung Timur, diduga mangkrak. Bukti awalnya bukan dari laporan resmi, tapi dari video warga yang beredar di Facebook, menuntut KPK dan Kejari Lampung Utara segera mengaudit pengelolaan dana KWT.

Dalam video unggahan akun Novendi Novendi, lahan pertanian KWT tampak dipenuhi semak belukar. Tidak ada tanda-tanda aktivitas tanam. Kondisi itu langsung diserbu komentar warga yang mempertanyakan ke mana larinya dana puluhan juta rupiah.

“Di desa Bumi Agung Marga ada dua kelompok, diketuai Fitri Yani dan Hamsatun,” tulis salah satu warga.

Baca Juga :  DPC PWRI Lampung Utara Gelar Rapat Evaluasi Akhir Tahun 2025, Bahas Strategi Sambut 2026

“Kelompok Fitri Yani berupa unit Bentor, kelompok Hamsatun dana sebesar 50 juta,” lanjut komentar lain.

Ketua KWT Fitri Yani membenarkan adanya unit Bentor. Lewat kolom komentar, ia mengaku Bentor dititipkan ke adiknya di desa sebelah karena tidak ada tempat. Alasannya, Bentor dipakai jualan roti keliling.

“iy itu bentor kwt sy titip dgn adik karena tidak ada tmpt sewaktu waktu dan kelompok perlu bentor itu sy ambil dan bisa d gunakan…” tulis Fitri Yani.

Pernyataan itu memicu pertanyaan baru. Jika Bentor aset KWT dipakai jualan di luar desa, mengapa lahan pertanian KWT justru dibiarkan kosong dan tidak produktif? Tujuan KWT adalah mensejahterakan anggota melalui usaha pertanian, bukan memindahkan aset keluar desa.

Baca Juga :  SMKN 1 Kotabumi Trima Program Revitalisasi Tahun Anggaran 2026.

Hingga berita ini diturunkan, Penyuluh Pendamping Lapangan KWT Bumi Agung Marga atas nama Herlina belum bisa dikonfirmasi. Saat didatangi ke kantor, Herlina tidak berada di tempat. Konfirmasi lewat WhatsApp juga belum dibalas.

Dana dan aset KWT berasal dari program pemberdayaan pemerintah. Penggunaannya harus sesuai peruntukan dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika lahan mangkrak dan aset dipakai di luar kelompok, maka ada indikasi kuat terjadi penyimpangan.

Warga kini tidak lagi menunggu penjelasan. Mereka meminta KPK dan Kejari Lampung Utara langsung turun ke lokasi, memeriksa bukti fisik dan laporan keuangan KWT Bumi Agung Marga.

Darwis/red

Berita Terkait

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda
Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung
Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.
Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.
Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut
Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung
Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara
Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Dugaan Mark-Up Rp9,9 Miliar Anggaran Swakelola Bapenda Lampung Timur Selama 2 Tahun Disorot

Berita Terbaru