Ditempa Hujan dan Lelah, Kader PKS Jombang Pulang Membawa Kehormatan dari Kalibening
TRIBUNCHANEL.COM-Madiun — Malam yang dingin, hujan yang tak kunjung reda, dan medan yang menguras tenaga menjadi saksi perjalanan batin para kader PKS Jawa Timur. Di kawasan Waduk Kalibening, kegiatan Kembara D2 yang digelar BPD 5 DPW PKS Jawa Timur pada 14–15 Februari 2026 bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang pembuktian tentang kesungguhan, ketahanan, dan keikhlasan dalam berproses.
Kegiatan diawali dengan senam pagi yang dipandu Purnomo dan diikuti sekitar 80 peserta. Lelah perjalanan seolah terbayar ketika materi penguatan disampaikan oleh Ahmad Fathoni. Suasana menjadi lebih hangat dan penuh makna saat Ketua DPD PKS Kabupaten Madiun, Tri Suasana Abadi, S.Kep., berbagi kisah pengabdiannya selama 15 hari di Aceh. Cerita itu sederhana, namun sarat pesan: bahwa perjuangan selalu menuntut ketulusan dan kesiapan untuk berkorban.
Puncak ujian hadir dalam sesi outbound. Di tengah hujan dan lintasan yang menantang, peserta diuji bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan keteguhan hati. Dari sepuluh peserta terbaik yang terpilih, kontingen DPD PKS Jombang berhasil menempatkan lima kader terbaik: Edi Susanto, Nabil Taqiyuddin Majid, Abdul Qodir, Duta, dan Rizki Jalaludin. Capaian ini bukan lahir dari kemudahan, melainkan dari kekompakan dan semangat pantang menyerah.

Perjalanan sejauh 56 kilometer yang ditempuh sejak Jumat malam tidak sedikit pun mematahkan tekad mereka. Kontingen Jombang tiba sekitar pukul 23.30 WIB dan langsung mendirikan tenda, saling membantu dalam dingin yang menyelimuti. Dari kebersamaan itulah lahir kisah yang paling membekas. Mubarak, mahasiswa asal Jombang, sempat muntah akibat asam lambung saat outbound berlangsung di tengah hujan deras. Ketika panitia menyarankan untuk beristirahat, ia menolaknya dengan halus. Dengan langkah tertatih namun tekad yang utuh, ia memilih melanjutkan kegiatan. Sebuah potret keteguhan yang mengajarkan arti bertahan dalam keadaan sulit.
Ketua Kontingen DPD Jombang, Edi Susanto—yang juga Komandan PKS Jombang Kota—menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas perjuangan seluruh peserta. Kebanggaan itu terasa semakin dalam karena dirinya juga termasuk salah satu dari lima peserta terbaik.
“Ini bukan soal siapa yang paling kuat, tetapi tentang bagaimana kita tetap berdiri dan saling menguatkan,” ujarnya.
Kembara D2 juga mempertemukan generasi yang berbeda dalam satu semangat yang sama. Murdi (60 tahun) dari Madiun berjalan berdampingan dengan peserta termuda berusia 18 tahun dari Mojokerto. Bahkan Muhammad Fatan Al Banna, anggota DPRD Kabupaten Madiun yang masih berusia 25 tahun, turut merasakan denyut perjuangan yang sama. Antusiasme itu tergambar dari ungkapan tulus Boy, peserta asal Jombang, “Senang rasanya, Mas. Kalau ada acara seperti ini lagi, saya siap ikut.”
Lebih dari sekadar kegiatan alam terbuka, Kembara D2 menjadi ruang pembelajaran tentang makna kebersamaan. Di Kalibening, para kader belajar bahwa lelah dapat dilalui bersama, bahwa hujan tak selalu menjadi penghalang, dan bahwa dari proses yang berat sering lahir pribadi yang lebih kuat, rendah hati, dan siap berkhidmat dengan sepenuh hati.
Hasan/Red



















