Festival Budaya Tradisi Baratan Kalinyamatan 2026 Tetap Meriah
TRIBUNCHANEL.COM-Kalinyamatan, Jepara – 1 Februari 2026 Cuaca ekstrem tak menyurutkan langkah ribuan warga dan pelaku budaya dalam menyemarakkan Festival Budaya Tradisi Baratan Kalinyamatan 2026. Meski diguyur hujan deras sejak sore, acara puncak pada Minggu malam (1/2/2026) tetap berjalan sukses, khidmat, dan sarat makna, mengiringi datangnya malam Nisfu Sya’ban.
Ketua Panitia Festival, Asyari Muhammad, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam. “Hujan ini bukan penghalang, melainkan pembasuh bumi yang menyambut kemurnian niat kita merawat warisan leluhur. Kehadiran ribuan masyarakat di tengah cuaca seperti ini adalah bukti nyata bahwa Tradisi Baratan bukan sekadar acara, tetapi telah menjadi jiwa dan identitas kolektif kita di Kalinyamatan,” ujarnya.
Festival yang telah secara konsisten digerakkan oleh komunitas sejak tahun 2004 ini diawali dengan rangkaian lomba kuliner dan seni khas pada Sabtu (31/1/2026). Yang menarik, lomba-lomba tersebut sarat filosofi:
· Lomba Tumpeng Puli: Menjaga tradisi kuliner berbahan dasar beras ketan.
· Lomba Impes: Impes adalah sebutan khas Jepara untuk lampion. Filosofinya, “kembung kempes”, mengingatkan bahwa kehidupan ini naik-turun, bagai lampion yang mengembang dan mengempis, mengajarkan sikap lapang dada dan ketawakalan.
· Lomba Tong Tek: Tong Tek adalah musik tradisional khas yang biasa mengiringi waktu sahur. Kehadirannya dalam festival ini sangat relevan, karena Tradisi Baratan bertepatan dengan Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban), di mana bulan purnama bersinar sebagai penanda bahwa bulan Ramadan tinggal menghitung 15 hari lagi. Suara Tong Tek mengalun sebagai pengingat dan penyambut bulan suci.
Hujan lebat sempat menunda arak-arakan simbolis Ratu Kalinyamat. Namun, dengan kesabaran dan koordinasi panitia, seluruh rangkaian acara akhirnya dapat digelar. Acara dibuka di Masjid Baitul Izzah, Bandungrejo dengan Istighotsah, dilanjutkan sambutan dari perwakilan Kecamatan Kalinyamatan dan perwakilan Bupati Jepara, serta pelepasan arak-arakan.
Kemeriahan berlanjut di Lapangan Bandungrejo dengan agenda inti:
· Pementasan Kolosal Sendratari “Sang Teladan Ratu Kalinyamat” yang menjadi highlight festival. Pentas megah ini merupakan karya kolaborasi Sanggar Kreatif Kalinyamat dengan naskah ditulis oleh Nur Huda Tauchid, disutradarai langsung oleh Asy’ari Muhammad dengan asisten sutradara Roy, dikoreografikan oleh Maul, serta diiringi musik karawitan oleh Sugiarto (Karawitan Among Jiwo SMK Kedung). Pementasan ini berhasil menyedot perhatian penonton dengan visualisasi kisah kepemimpinan dan keteladanan Ratu Kalinyamat.
· Pengumuman pemenang lomba dan penutupan dengan foto bersama.
“Melalui festival ini, kami tidak hanya menggelar pesta, tetapi membangun ekosistem budaya. Dari lomba Impes dan Tong Tek yang penuh makna, hingga sendratari kolosal, semua adalah upaya kreatif untuk menghidupkan kembali kearifan lokal dan nilai spiritual Nisfu Sya’ban—sebagai momen tolak bala, syukur, dan persiapan menyambut Ramadan,” tegas Asyari Muhammad yang juga bertindak sebagai sutradara sendratari.
Festival Budaya Tradisi Baratan Kalinyamatan 2026 telah membuktikan ketangguhan dan daya tarik tradisi lokal. Di tengah terpaan hujan dan dinamika zaman, warisan budaya yang hidup justru semakin kuat dirawat, dikembangkan, dan dirayakan bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
ratuandayani/Red



















