Kades Ogan Jaya Mengaku Nyaris Dibunuh Usai Tolak Teken Surat Tanah 106 Ha

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 08:18 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Usai Tolak Teken Surat Tanah 106 Ha,Kades Ogan Jaya di Duga Mengaku Nyaris Dibunuh

TRIBUNCHANNEL.COM-Lampung Utara, – Kepala Desa Ogan Jaya, Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara, Hevi Sondia, mengaku nyaris menjadi korban pembunuhan setelah menolak menandatangani dokumen tanah seluas 100-106 hektare.

Hevi mengaku diserang dan dikejar sejumlah orang menggunakan senjata tajam jenis laduk usai mengikuti mediasi di lingkungan Pemkab Lampung Utara. Ia pun meminta perlindungan kepada Presiden Prabowo Subianto hingga Kapolri.

Pengakuan tersebut disampaikan Hevi melalui video yang beredar di media sosial, Senin (21/9/2026).

“Saya Hevi Sondia, Kepala Desa Ogan Jaya. Memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Komisi III DPR RI, Bapak Kapolri, Bapak Kapolda, dan Pak Kapolres Lampung Utara agar permasalahan percobaan pembunuhan yang dilakukan di lingkungan Pemerintahan Daerah, Pemda Lampung Utara itu agar segera pelakunya ditangkap,” kata Hevi.

Menurut Hepi, persoalan bermula saat dirinya menghadiri mediasi terkait tanah di Pemkab Lampung Utara. Pertemuan itu dihadiri Wakil Bupati Lampung Utara Romli, Camat Abung Pekurun Darwis, mantan Kades Ogan Jaya Juanda, Agus Rahmat Suhada alias Agus Tiada Tara, serta sejumlah pihak lainnya.

Baca Juga :  Sewa Ruko Pasar Bukit Kemuning Melonjak 6 Kali Lipat, Warga Minta Audit

Dalam mediasi, Hevi mengaku diminta menandatangani dokumen terkait tanah seluas sekitar 100 hingga 106 hektare.

“Berawal dari Pak Camat, kemudian digantikan yang memimpin Pak Wabup, Bapak Romli. Mereka meminta tanda tangan kepada surat tanah yang sebanyak 100 hektare, 106 hektare,” ujarnya.

Hepi menolak. Ia mempertanyakan dasar kepemilikan tanah tersebut karena dokumen yang ditunjukkan, menurutnya, berupa kuitansi dan surat jual beli.

Ia juga mengaku telah meminta keterangan sejumlah tokoh masyarakat Desa Ogan Jaya. Hevi menyebut tidak ada yang mengetahui adanya kepemilikan tanah seluas itu atas nama Agus Rahmat Suhada.

Hevi mengatakan situasi memanas setelah mediasi selesai.

Ia mengaku dipukul ketika keluar dari lingkungan Pemkab Lampung Utara. Setelah itu, sejumlah orang disebut mengejarnya sambil membawa senjata tajam hingga ke sekitar kantor Dinas Dukcapil.

“Atas nama oknum yang bernama Agus Rahmat Suhada tersebut, itu memukul saya. Lalu saudara-saudaranya tersebut mengeluarkan laduk, Pak! Mengejar saya, Pak! Itu sampai ke kantor Capil. Saya sangat trauma sekali,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Honor Sopir Bupati Fiktif Menggelinding, Inspektorat Lampura Buka Penyelidikan

Peristiwa tersebut sebelumnya telah dilaporkan Hepi ke Polres Lampung Utara. Dalam laporan pengaduan, ia menyebut kejadian bermula sekitar pukul 17.20 WIB setelah mediasi persoalan sertifikat tanah atas nama Agus Suhada alias Agus Tiada Tara.

Hepi mengaku saat berada di pintu keluar gedung Pemkab, Agus Suhada mencoba memukul kepalanya. Pukulan itu disebut mengenai tangan kirinya.

Keributan kemudian terjadi. Dua orang yang disebut sebagai adik Agus Suhada disebut mengeluarkan senjata tajam jenis laduk dan mengejar Hepi.

Hepi kemudian berlari menuju Jalan Pahlawan hingga ke Polres Lampung Utara untuk melaporkan kejadian tersebut.

Ia mengaku takut dan merasa keselamatannya terancam.

“Saya memohon sekali orang-orang seperti ini segera ditangkap. Kami ingin tenang. Kami bisa membuktikan bahwa mereka adalah pelakunya,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari Agus Rahmat Suhada maupun pihak Pemkab Lampung Utara terkait tudingan penyerangan dan persoalan tanah tersebut.

Darwis/red

Berita Terkait

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung
Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.
Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.
Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut
Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung
Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara
Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan
Dugaan Mark-Up Rp9,9 Miliar Anggaran Swakelola Bapenda Lampung Timur Selama 2 Tahun Disorot

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Dugaan Mark-Up Rp9,9 Miliar Anggaran Swakelola Bapenda Lampung Timur Selama 2 Tahun Disorot

Berita Terbaru