KH Rohmatul Akbar Rifa’i: Nuzulul Qur’an Bukan Sekadar Seremonial, Saatnya Umat Kembali ke Al-Qur’an
TRIBUNCHANEL.COM-JOMBANG – Peringatan malam Nuzulul Qur’an yang digelar masyarakat di wilayah Rejoso, Kabupaten Jombang, Jumat malam (13/3/2026), berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Ratusan jamaah dari berbagai kalangan hadir, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat umum yang ingin mengambil hikmah dari peristiwa turunnya kitab suci umat Islam tersebut.
Dalam kesempatan itu, pengasuh sekaligus dai muda KH Rohmatul Akbar Rifa’i menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam berbagai aspek kehidupan, baik secara pribadi maupun sosial.
Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum refleksi bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
“Peristiwa Nuzulul Qur’an bukan sekadar kisah sejarah yang diperingati setiap Ramadan. Ini adalah momentum untuk meneguhkan komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Jika Al-Qur’an benar-benar dijadikan rujukan, maka kehidupan umat akan lebih terarah, berakhlak, dan penuh keberkahan,” ujar KH Rohmatul Akbar Rifa’i di hadapan jamaah.
Tonggak Awal Turunnya Wahyu
Dalam ceramahnya, ia juga menjelaskan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an merujuk pada turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Peristiwa tersebut menjadi awal diturunkannya Al-Qur’an yang kemudian disampaikan secara bertahap selama sekitar 23 tahun.
Ia menegaskan, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca atau dilantunkan, tetapi harus dipahami dan diamalkan sebagai sumber nilai dalam kehidupan.
“Al-Qur’an mengajarkan kejujuran, keadilan, amanah, serta kepedulian sosial. Jika nilai-nilai ini benar-benar diterapkan, maka kehidupan masyarakat akan lebih harmonis dan penuh kedamaian,” jelasnya.
Ramadan Jadi Momentum Mendekatkan Diri pada Al-Qur’an
KH Rohmatul Akbar Rifa’i juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu terbaik bagi umat Islam untuk mempererat hubungan dengan Al-Qur’an. Tradisi membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi Al-Qur’an perlu terus dihidupkan, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Ia secara khusus mengajak generasi muda untuk tidak menjauh dari Al-Qur’an di tengah derasnya arus teknologi dan informasi.
“Generasi muda harus menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas moral. Di tengah berbagai tantangan zaman, Al-Qur’an menjadi sumber petunjuk agar kita tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.
Menurutnya, kedekatan dengan Al-Qur’an akan membentuk pribadi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Dihadiri Tokoh Agama dan Masyarakat
Peringatan Nuzulul Qur’an di Rejoso tersebut diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah, dan ditutup dengan doa bersama.
Kegiatan yang mengusung tema “Menggali Hikmah Al-Qur’an, Meningkatkan Iman” itu dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pemuda yang turut menyemarakkan syiar Islam di bulan suci Ramadan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran jamaah yang memadati lokasi hingga acara berakhir. Suasana khidmat menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui peringatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperingati turunnya Al-Qur’an secara simbolik, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Jika Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup, maka umat Islam akan kuat secara moral, cerdas secara intelektual, dan mampu membawa rahmat bagi seluruh alam,” pungkas KH Rohmatul Akbar Rifa’i.
ABIN



















