Foto Panitia beserta pemenang lomba mewarnai
TRIBUNCHANNEL.COM–JEPARA – Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU Desa Langon menggelar LNGN Fest dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (31 Oktober–1 November 2026), bertempat di Balai Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.
Menghadirkan tiga cabang perlombaan, yakni e-sport Free Fire, mewarnai, dan dai, kegiatan ini diikuti sebanyak 75 peserta. Peserta lomba e-sport berasal dari kalangan umum se-Kabupaten Jepara, lomba mewarnai diikuti anak-anak tingkat RA atau sederajat se-Kecamatan Tahunan, sedangkan lomba dai terbuka untuk peserta umum se-Kabupaten Jepara.
LNGN Fest diselenggarakan sebagai upaya PR IPNU-IPPNU Desa Langon menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan prestasi. Melalui berbagai perlombaan, peserta didorong untuk membangun rasa percaya diri, berkompetisi secara sehat, serta menjadi generasi muda yang kreatif, berprestasi, dan berkarakter.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Petinggi Desa Langon, H. Suharto, serta dihadiri Ketua Tanfidziyah NU Desa Langon, H. Santoso, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen badan otonom (banom) NU. Dalam pesannya, H. Suharto mengajak para orang tua untuk mendukung kegiatan positif yang digagas anak-anak muda. Menurutnya, generasi emas Indonesia 2045 perlu dipelopori oleh pemuda yang kreatif dan inovatif.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah NU Desa Langon, H. Santoso, berpesan agar generasi muda mampu mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan masa depan. Ia mengingatkan sebuah ungkapan, Syubbânul yaum rijâlul ghad, yang berarti pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Pesan tersebut menjadi motivasi agar para pemuda terus mengembangkan kemampuan dan mengambil peran positif di tengah masyarakat.
Selain menjadi ajang kompetisi, LNGN Fest juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpelajar, santri, dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, serta semangat kesantrian di tengah perkembangan zaman. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat mendapat respons positif. Para peserta juga berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara konsisten setiap tahun.
Pada penutupan kegiatan, salah satu juri lomba dai, Amin Sururi, S.Hum., S.Pd., memberikan evaluasi sekaligus pembekalan kepada peserta. Ia menyampaikan bahwa dalam penampilan lomba masih ditemukan peserta yang terlalu terpaku pada teks naskah sehingga penyampaian terlihat kurang natural dan beberapa kali lupa materi. Untuk membantu peserta meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, ia memperkenalkan teknik CERIA sebagai panduan dalam menyampaikan dakwah atau pidato.
Teknik CERIA terdiri atas lima unsur. C (Cerita), materi harus benar-benar dikuasai tanpa harus dihafalkan seluruhnya, sementara naskah cukup dijadikan panduan atau arah mata angin. E (Ekspresi), menggunakan gestur dan mimik wajah yang sesuai dengan materi. R (Ritme), mengatur tinggi rendah nada suara serta memperhatikan penekanan, titik, dan koma. I (Interaksi), membangun komunikasi dua arah dengan pendengar agar penyampaian lebih hidup. A (Alat Peraga), memanfaatkan media pendukung untuk memperjelas materi sekaligus membuat penyampaian lebih menarik.
Melalui LNGN Fest 2026, PR IPNU-IPPNU Desa Langon tidak hanya menghadirkan perayaan Hari Santri Nasional dalam bentuk perlombaan, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran dan pengembangan potensi bagi generasi muda. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi pemuda dalam menghidupkan tradisi, membangun kreativitas, serta menyiapkan generasi yang percaya diri, inovatif, dan mampu menjawab tantangan masa depan.
Ratu Andayani/Red



















