Seluruh peserta seminar beserta 3 Narasumber
TRIBUNCHANNEL.COM–Yogyakarta – Perempuan kerap dituntut menjalankan banyak peran sekaligus, mulai dari mengurus keluarga hingga memenuhi ekspektasi lingkungan. Di tengah berbagai tuntutan tersebut, tak jarang perempuan lupa bahwa dirinya juga membutuhkan ruang untuk beristirahat, bertumbuh, dan merasa berharga.
Pesan tentang pentingnya kesehatan mental perempuan itu mengemuka dalam Seminar Nasional Hari Kesehatan Mental Dunia bertajuk “1.000 Perempuan Bangkit: Menjadi Perempuan yang Percaya Diri, Berdaya dan Bahagia” yang digelar di Ballroom Burza Hotel, Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Komunitas Permata Hati ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-5 komunitas tersebut.
Founder Komunitas Permata Hati sekaligus Professional Coach, Zakiyah Darojah, menekankan pentingnya pemberdayaan mental perempuan secara holistik, meliputi aspek fisik, emosi, mental, dan spiritual. Menurutnya, perempuan memegang peran sentral dalam menjaga harmoni serta energi positif di dalam keluarga.
“Perempuan adalah tonggak spirit keluarga. Jika perempuannya sehat secara mental dan spiritual, dia akan mampu menjaga kestabilan emosi serta mendukung suami dan anak-anaknya. Persoalan seperti konflik pasangan hingga ekonomi sering kali berakar dari ketidakseimbangan energi dari dalam diri yang perlu dipulihkan terlebih dahulu,” kata Zakiyah.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara sekaligus Manager Program Basic Permata Hati, Upik Rasi, mengatakan tekanan, tugas, dan tanggung jawab sehari-hari kerap membuat seseorang tidak menyadari bahwa kondisi mentalnya sedang kelelahan. Padahal, kesehatan mental berpengaruh terhadap kehidupan pribadi, hubungan dengan keluarga, hingga interaksi di tengah masyarakat.
Memasuki usia lima tahun, Komunitas Permata Hati terus mengembangkan perannya sebagai ruang bagi perempuan untuk saling berbagi dan bersinergi. Pada awalnya, komunitas ini hadir sebagai wadah bagi para pejuang buah hati. Seiring perjalanan waktu, jangkauannya berkembang menjadi komunitas bagi perempuan dengan beragam latar belakang dan tantangan kehidupan.
Melalui komunitas tersebut, perempuan diajak belajar menerima dan berdamai dengan berbagai tantangan hidup, sekaligus membangun kemampuan untuk menjadi pribadi yang lebih produktif, bahagia, dan penuh energi positif. Sejak berdiri, Permata Hati telah mendampingi ratusan perempuan melalui program edukasi terstruktur yang dimulai dari program basic selama enam bulan.
Program basic tersebut mencakup materi self-love, self-healing, golden spiritual, personal excellent, family excellent, dan misi hidup. Setelah menyelesaikan program dasar, para peserta memiliki kesempatan untuk melanjutkan pembelajaran melalui program lanjutan sesuai dengan tahapan pengembangan diri yang disediakan komunitas.
Dalam perjalanannya, Permata Hati juga telah memiliki badan hukum bernama Yayasan Perempuan Permata Nusantara. Kehadiran yayasan tersebut menjadi bagian dari perkembangan kelembagaan komunitas yang berfokus pada pemberdayaan perempuan.
Seminar nasional ini menghadirkan empat narasumber dengan materi yang beragam. Selain Zakiyah Darojah dengan materi “Unlock Your Inner Confidence” dan Septi Peni Wulandani, Founder Komunitas Ibu Profesional, yang membawakan “From Broken to Powerful”, hadir pula Dr. Vivit Yun, M.B.A., Founder Riyadhah Community, dengan materi “Menjadi Wanita Spiritual yang Bahagia dan Berkelimpahan”. Narasumber keempat, Arif Rahutomo, trainer ilmu vibrasi, pemberdayaan diri, penulis, dan content creator, menyampaikan materi “The Tao of Garwo”.
Melalui peringatan Hari Kesehatan Mental Dunia sekaligus perayaan lima tahun perjalanan komunitas, Permata Hati mengajak perempuan untuk memberikan perhatian terhadap kesehatan dirinya sendiri. Penguatan mental dan spiritual diharapkan menjadi bekal bagi perempuan untuk mengenali potensi diri, membangun hubungan yang lebih sehat, serta menjalani berbagai peran kehidupan dengan lebih percaya diri dan berdaya.
Ratuandayani/Red



















