Tak Tahan Bau dan Lalat,Warga Citra Harmoni Rowobelang Resmi Laporkan Kandang Ayam ke Bupati Batang
TRIBUNCHANEL.COM-Batang jateng, Gelombang penolakan warga Perumahan Citra Harmoni RT/RW 003/004, Desa Rowobelang, terus bergulir. Aksi unjuk rasa yang digelar pada Sabtu (14/2/2026) ternyata bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan puncak dari akumulasi kekecewaan warga yang merasa keluhan mereka selama ini tak pernah benar-benar ditangani.
Merasa jalur dialog tak membuahkan hasil, warga kini meningkatkan langkah perjuangan dengan melayangkan laporan resmi dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas kandang ayam petelur kepada Bupati Batang. Laporan tersebut diajukan sebagai bentuk desakan agar pemerintah daerah turun tangan secara serius.
Didampingi kuasa hukum mereka, Muhammad Zaenudin, SH, warga menilai keberadaan kandang ayam itu telah melampaui batas toleransi. Bau busuk yang menyengat hampir setiap hari, disertai serbuan lalat dalam jumlah besar, disebut telah mencemari udara dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
“Ini bukan lagi sekadar persoalan ketidaknyamanan. Ini sudah menyangkut hak warga atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat,” tegas Zaenudin saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).
Dalam laporan tersebut, warga meminta pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran, baik dari sisi perizinan maupun ketentuan perlindungan lingkungan hidup. Mereka juga menyoroti lemahnya pengawasan dari dinas terkait, yang dinilai membuat aktivitas kandang ayam terus berjalan tanpa solusi atas dampak yang dirasakan warga.
Sebagai bentuk keseriusan, laporan resmi itu ditembuskan ke sejumlah instansi strategis, antara lain Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Batang, DPMPTSP Kabupaten Batang, Dinas Pertanian, Satpol PP, hingga PT Pemalang Batang Tol Road.
Keterlibatan pengelola jalan tol menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, akses menuju kandang ayam petelur tersebut diduga memanfaatkan lahan milik jalan tol, sehingga memunculkan tanda tanya besar mengenai legalitas penggunaan lahan tersebut.
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan apakah kandang ayam tersebut telah mengantongi izin operasional yang sah serta dokumen kajian dampak lingkungan yang memadai. Jika terbukti melanggar aturan, warga mendesak agar kandang ayam segera dibongkar demi melindungi kesehatan dan kenyamanan lingkungan permukiman.
“Kami sudah bersabar. Aksi demo sudah dilakukan, laporan resmi juga sudah diajukan. Jika tetap tidak ada tindakan nyata, kami siap mengambil langkah lanjutan,” ujar salah satu perwakilan warga dengan nada tegas.
Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kabupaten Batang. Warga Perumahan Citra Harmoni menanti bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap hak masyarakat atas lingkungan yang layak huni—bukan sekadar janji atau klarifikasi administratif semata.
Slamet/Red



















