Warga Bunga Mayang Mengaku Hanya Diminta Tanda Tangan, Kini Ditagih Pinjaman KUR Hingga Rp210 Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 23:22 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Bunga Mayang Mengaku Hanya Diminta Tanda Tangan, Kini Ditagih Pinjaman KUR Hingga Rp210 Juta

TRIBUNCHENNEL.COM.-Lampung Utara –
Tujuh orang warga Bunga Mayang mengaku menjadi korban dugaan penyalahgunaan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diproses melalui unit Bank BRI Bunga Mayang. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada 19 Maret 2025.

Salah satu warga, SJ mengatakan bahwa dirinya bersama enam warga lainnya hanya diminta untuk menandatangani dokumen pencairan pinjaman. Namun, mereka mengaku tidak pernah menerima uang pinjaman maupun kartu ATM yang seharusnya menjadi akses untuk dana tersebut.

Menurutnya saat proses pengajuan berlangsung mereka tidak mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai mekanisme pencairan dana KUR. Ia menyebutkan bahwa setelah menandatangani berkas, tidak ada dana yang diberikan kepada mereka.

Baca Juga :  Program "Kembali ke Masjid" Jadi Solusi SMAN 3 Kotabumi Membentuk Karakter Siswa

“Waktu itu kami hanya diminta tanda tangan saja. Uangnya tidak pernah kami terima, ATM juga tidak ada,” kata SJ di amini suami nya MD saat dimintai keterangan. Senin (9/3/2026)

Masalah tersebut baru mencuat setelah pihak bank datang menagih pinjaman kepada ketujuh warga tersebut. Total pinjaman yang ditagihkan disebut mencapai sekitar Rp210 juta.

Para warga pun mengaku kaget karena merasa tidak pernah menerima manfaat dari pinjaman tersebut. Mereka menilai ada kejanggalan dalam proses pencairan kredit yang dilakukan.

SJ berharap pihak bank, khususnya pejabat yang memproses dan menyetujui pencairan pinjaman KUR tersebut, dapat bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa mereka.

Baca Juga :  Gudang Air Mineral Cleo Diduga Ilegal

“Kami berharap pejabat bank yang memproses pencairan itu bertanggung jawab, karena kami tidak pernah menerima uang pinjaman tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Bank BRI Unit Bunga Mayang terkait dugaan permasalahan pencairan KUR yang dilaporkan oleh warga tersebut.

Warga berharap persoalan ini dapat segera ditelusuri secara transparan agar tidak merugikan masyarakat yang merasa tidak pernah menerima dana pinjaman, namun kini harus menghadapi penagihan dari pihak bank.

Darwis/red

Berita Terkait

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung
Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.
Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.
Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut
Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung
Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara
Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan
Dugaan Mark-Up Rp9,9 Miliar Anggaran Swakelola Bapenda Lampung Timur Selama 2 Tahun Disorot

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Dugaan Mark-Up Rp9,9 Miliar Anggaran Swakelola Bapenda Lampung Timur Selama 2 Tahun Disorot

Berita Terbaru