Warga Sungai Aur Sius 50 Th.di Terkam Buaya Saat Mencari lokan di Sungai Batang Sikilang

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 22:54 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak RSUD Jambak langsung memberikan pemeriksaan secara Intensif kepada korban

TRIBUNCHANNEL.COM–PASAMAN BARAT [SUMBAR] –Seorang Warga Nagari Sikilang, Kecamatan Sungai Aur Selatan, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), bernama Sius (50), th menjadi korban serangan buaya di Sungai Batang Sikilang, pada Sabtu (26/9/2026) sekira pukul 11.30 WIB.Peristiwa terjadi saat korban mencari pencari lokan di tengah sungai. Tanpa disadari, seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul dan menerkam kaki kiri korban.

“Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka sobek terbuka dengan daging terangkat sekitar 10 cm di bagian kaki kiri. Korban sempat berduel dan tarik-menarik dengan predator tersebut akhirnya korban berhasil diselamatkan oleh rekan-rekannya dengan peralatan seadanya.

Setelah kejadian, korban segera dievakuasi warga dan langsung dilarikan ke RSUD Pasaman Barat Jambak agar untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Kondisi korban saat ini dilaporkan stabil dan dalam perawatan tim medis.

Hal. itu respon cepat tanggap darurat, dari Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasaman Barat, Zulkarnain, langsung menjenguk korban di RSUD Pasaman Barat Jambak pada hari yang sama. Kalaksa memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik dan memberikan dukungan moril serta bantuan awal kepada keluarga korban. ujarnya kepada wartawan di simpang Empat.

Baca Juga :  Jelang Pilwana 17 Oktober Camat Kinali Intensif lakukan Monitoring Ke Panitia PPWN.

“Atas nama BPBD Kabupaten Pasaman Barat, kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara kita Sius di Sungai Batang Sikilang. Sore ini kami langsung menjenguk korban di RSUD Jambak untuk memastikan penanganan medis berjalan dengan baik dan keluarga korban merasa didampingi oleh pemerintah,” Ujarnya

menurut Zulkarnain.”Kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua.di Sungai Batang Sikilang dan beberapa aliran sungai lain di Pasaman Barat memang merupakan habitat buaya muara. Kami meminta dan mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, jangan lagi beraktivitas sendirian di sungai, apalagi pada jam-jam aktif buaya di pagi dan sore hari,” katanya.

Dan “Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan, Wali Nagari Sikilang, dan akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) unit pelaksana teknis (UPT) yang berkedudukan dan melayani wilayah Sumatera Barat (Sumbar) serta regional

Sumatera untuk melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Kami imbau masyarakat jika melihat penampakan buaya, jejak, atau sarang, jangan melakukan tindakan sendiri. Segera laporkan kepada Wali Nagari terdekat atau langsung ke Call Center BPBD Pasaman Barat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. tambah Zulkarnain.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Pasaman Barat bersama Pemerintah Nagari dan Kecamatan Sungai Aur Selatan mengeluarkan himbauan keras kepada seluruh masyarakat:

Baca Juga :  Satreskrim Polres Pasaman Barat Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Bullying dan Kekerasan Terhadap Anak

1. Hentikan aktivitas sendirian: Jangan mencari lokan, memancing, atau mandi di sungai sendirian, terutama pada pagi dan sore hari yang merupakan jam aktif buaya mencari mangsa.

2. Tingkatkan kewaspadaan: Jika melihat penampakan, jejak, atau sarang buaya, segera menjauh dan laporkan kepada Wali Nagari atau BPBD.

3. Jaga jarak aman: Hindari beraktivitas di area sungai yang keruh, semak lebat, dan berarus tenang yang diduga menjadi habitat buaya.

4. Awasi anak-anak dan ternak: Jangan biarkan anak-anak bermain di tepi sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Jauhkan kandang ternak dari bibir sungai.

5. Jangan membuang sampah/limbah makanan ke sungai: Sisa makanan dan bangkai dapat mengundang buaya mendekat ke pemukiman.

6. Jangan mencoba menangkap atau mengganggu: Buaya adalah satwa dilindungi. Penanganan harus dilakukan oleh Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) unit pelaksana teknis (UPT) yang berkedudukan dan melayani wilayah Sumatera Barat (Sumbar) serta regional Sumatera dan BPBD.

Masyarakat diminta segera melapor jika kembali melihat kemunculan buaya melalui Call Center BPBD Pasaman Barat atau Kantor Wali Nagari Setempat Ulasnya.
Roni/Red

Berita Terkait

PMI Pasbar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat di Rantau Panjang
Polsek Kinali Gerebek Lokasi Diduga Judi Sabung Ayam di Kebun Sawit
BPJS Ketenagakerjaan Pasaman Barat Gelar Sosialisasi BPU Bersama  AJO Pasbar
Arung Jeram Peridon Siap Maju,Pekan Olahraga Porprov XVI Sumbar Berjalan Sukses
Jelang Pilwana 17 Oktober Camat Kinali Intensif lakukan Monitoring Ke Panitia PPWN.
H. Khairul Amri Calon Wali Nomor Urut 3 Mengelar Pesta Anak Nagari Dihadiri Artis Minang.
168 Atlet dari 10 Daerah Ikuti Arung Jeram Porprov XVI Sumbar di Pasbar
Yulianto Bupati Pasbar dan M. Ihpan  Wakil Bupati Turun Memantau langsung Tempat Pemungutan Suara

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:22 WIB

PMI Pasbar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat di Rantau Panjang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Polsek Kinali Gerebek Lokasi Diduga Judi Sabung Ayam di Kebun Sawit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:01 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Pasaman Barat Gelar Sosialisasi BPU Bersama  AJO Pasbar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Arung Jeram Peridon Siap Maju,Pekan Olahraga Porprov XVI Sumbar Berjalan Sukses

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Jelang Pilwana 17 Oktober Camat Kinali Intensif lakukan Monitoring Ke Panitia PPWN.

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:46 WIB

H. Khairul Amri Calon Wali Nomor Urut 3 Mengelar Pesta Anak Nagari Dihadiri Artis Minang.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:27 WIB

168 Atlet dari 10 Daerah Ikuti Arung Jeram Porprov XVI Sumbar di Pasbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Yulianto Bupati Pasbar dan M. Ihpan  Wakil Bupati Turun Memantau langsung Tempat Pemungutan Suara

Berita Terbaru