5 Kali Nindya, Brebes Komitmen Penuhi Hak Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:24 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma menerima Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025

TRIBUNCHANNEL.COM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI kembali memberikan penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) kepada Pemerintah Kabupaten Brebes. Kabupaten Brebes berhasil meraih penghargaan KLA sejak 2011, dan tahun ini merupakan penghargaan yang ke 13 kali, kategori Pratama sebanyak 2 kali, kategori Madya 6 kali, dan Nindya sebanyak 5 kali.

 

Penghargaan diberikan Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi diterima langsung Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma dalam ajang Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025, di Auditorium kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (8/8/2025) malam.

 

“Alhamdulillah, Brebes kembali mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya,” ujar Mitha usai menerima penghargaan.

Mitha mengaku gembira dengan penghargaan tersebut, membuktikan kalau Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen memenuhi hak anak dan perlindungan kelompok rentan.

 

“Tentu, tidak hanya fokus pada perlindungan anak saja, tetapi juga kepada perempuan, lansia, disabilitas, dan masyarakat yang membutuhkan. Ini bagian dari pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Layanan Kesehatan, Bupati Brebes Serahkan 3 Armada Darurat

 

Dilansir dari siaran pers, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) juga menerima penghargaan sebagai Provinsi Layak Anak (Provila). Penghargaan itu merupakan kali keempat diraih secara berturut-turut.

 

“Alhamdulillah, kami kembali mempertahankan predikat Provinsi Layak Anak selama empat tahun berturut-turut. Ini menunjukkan sinergi kuat antara Pemprov Jateng dan Pemda dalam mewujudkan hak anak karena semua kabupaten/kota di Jateng mendapatkan penghargaan KLA,” ujar Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dalam ajang yang sama.

 

Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi menjelaskan, proses penilaian KLA memakan waktu hampir satu setengah tahun. Dimulai dari evaluasi mandiri oleh pemerintah daerah sejak Januari hingga Juni 2024.

 

“Dilanjutkan dengan evaluasi oleh pemerintah provinsi pada Juli hingga Desember 2024, dan ditindaklanjuti dengan verifikasi nasional oleh Kemen PPPA bersama kementerian/lembaga terkait dari Januari hingga Juni 2025,” jelasnya.

 

Arifah mengatakan, dari total 464 kabupaten/kota yang mengikuti proses awal, hanya 355 daerah yang lolos verifikasi dan dinilai memenuhi kriteria. Penilaian mengacu pada indikator yang ditetapkan dalam kebijakan Indonesia Layak Anak 2030 (Idola), sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.

Baca Juga :  Terjerat Kasus Fidusia, Seorang Warga Desa Kaliboja Disidangkan di Pengadilan Negeri Pekalongan

 

“Penghargaan ini adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak. Namun, kami juga mencatat bahwa hingga saat ini belum ada satu pun kabupaten/kota yang berhasil memenuhi indikator kawasan tanpa rokok dan bebas iklan rokok,” ujar Arifah.

 

Sebagai informasi, seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah berhasil meraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak tahun 2025. Adapun daerah di Jateng yang meraih kategori Pratama adalah Kabupaten Jepara, Kudus, Purworejo, Kabupaten Semarang, dan Wonosobo.

 

Untuk kategori Madya, penghargaan diberikan kepada Banjarnegara, Banyumas, Batang, Demak, Grobogan, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Pati, Kabupaten Pekalongan, Purbalingga, Sukoharjo, Temanggung, Wonogiri, dan Kota Salatiga.

 

Kemudian, kategori Nindya diraih oleh Kota Surakarta, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Klaten, Blora, Kota Pekalongan, Brebes, Cilacap, Kabupaten Magelang, Boyolali, Kota Tegal, Rembang, dan Kota Magelang. Adapun dua daerah yang meraih kategori tertinggi, yakni Utama, adalah Kota Semarang dan Kabupaten Sragen.

Agus/Red

Berita Terkait

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara
Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih
Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI
Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor
PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar
Dari Kecintaan pada Batik, Puji Rahayu Bawa Misi Budaya ke Tingkat Nasional
Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:03 WIB

PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Dari Kecintaan pada Batik, Puji Rahayu Bawa Misi Budaya ke Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Berita Terbaru