Di tengah sorotan, SMKN 1 Kalianda menegaskan komitmennya untuk terus bekerja demi masa depan anak-anak bangsa.
TRIBUCHANNEL.COM-KALIANDA – Di tengah sorotan terkait dugaan penyimpangan dana BOSP Reguler 2025, Kepala SMKN 1 Kalianda, Kalimo, memilih menjawab dengan tenang. Ia membantah keras tudingan tersebut dan memastikan semua pengelolaan anggaran semata-mata untuk kepentingan siswa.
Laporan yang dilayangkan Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (LPKP) ke Kejati Lampung sebelumnya menyebut ada kejanggalan penggunaan dana BOSP senilai Rp2,4 miliar. Menanggapi itu, Kalimo mengaku sedih karena kerja keras para guru seolah tidak terlihat.
“Tidak benar. Kami di sini bekerja untuk anak-anak,” ujar Kalimo dengan nada lirih, Jum’at (09/10/2026).
Bagi Kalimo, dana BOSP bukan sekadar angka di laporan, melainkan amanah dari orang tua dan negara untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
“Setiap rupiah BOSP itu kami catat, kami laporkan di ARKAS sesuai Juknis. Tujuannya hanya satu, agar anak-anak kami bisa belajar dengan tenang, bisa praktik, bisa ikut ujian tanpa kekurangan,” katanya.
Ia pun tidak menutup diri dari kritik dan pengawasan. Justru, ia mempersilakan teman teman media untuk datang dan melihat langsung.
“Pintu sekolah kami terbuka. Silakan periksa SPJ kami, silakan tanya guru-guru dan siswa kami. Kami tidak ada yang ditutupi,” ucapnya.
Kalimo berharap, pemberitaan yang beredar tidak membuat kepercayaan masyarakat, khususnya wali murid, luntur terhadap SMKN 1 Kalianda.
“Kami hanya ingin menjaga kepercayaan orang tua yang telah menitipkan anaknya di sini. Kami akan terus bekerja jujur untuk anak-anak,” pungkasnya.
Darwis/red



















