MBG Bangsri Disorot: Menu Tak Layak Konsumsi Untuk Anak Sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 20:54 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur SpPG 1 Guyangan Bangsri yang dikelola Yayasan Alma Al-Mawadah menuai sorotan tajam.

TRIBUNCHANNEL.COM –JEPARA – Pelaksanaan perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Dapur SpPG 1 Guyangan Bangsri yang dikelola Yayasan Alma Al-Mawadah menuai sorotan tajam. Program yang seharusnya menjadi tonggak awal peningkatan gizi anak justru meninggalkan catatan serius terkait kualitas, keamanan pangan, dan profesionalisme penyelenggara.

 

Penyaluran MBG perdana ini menyasar 1.484 penerima manfaat, meliputi peserta didik di SMPN 2 Bangsri, PAUD Pelangi Terpadu, KB Al Anwar, KB Andika Muslimat, TK NU 2, SDN 1, dan SDN 2, sebagai tahap awal dari rangkaian program lanjutan.

 

Namun, pantauan langsung wartawan Tribun Channel di SMPN 2 Bangsri menemukan sejumlah kejanggalan dalam penyajian. Menu disajikan menggunakan baki stainless berukuran kecil, berisi nasi dengan porsi terbatas, sayuran, daging ayam, jeruk kecil jenis santang, serta lumpia.

 

Masalah serius muncul saat sejumlah siswa mengeluhkan daging ayam yang masih belum matang sempurna. Beberapa potongan ayam tampak masih berwarna merah dengan sisa darah, kondisi yang jelas membahayakan kesehatan anak-anak.

Baca Juga :  Diduga Proyek Jalan Desa Bangtrung Amburadul, Pengawasan Dipertanyakan?

 

Keluhan tersebut disampaikan siswa kepada ibu guru kelas masing-masing, dan diperkuat oleh guru kelas VII dan IX yang secara langsung menunjukkan potongan ayam dengan noda darah yang masih terlihat. Fakta ini menegaskan bahwa keluhan bukan sekadar persepsi anak-anak, melainkan temuan nyata di lapangan.

 

Kondisi tersebut terkonfirmasi oleh Yosi, petugas pengantar MBG di SMPN 2 Bangsri, yang saat itu masih berada di lokasi. Saat dikonfirmasi wartawan, Yosi hanya memberikan alasan singkat bahwa listrik PLN padam pada malam sebelumnya, tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai prosedur keamanan pangan atau standar kelayakan konsumsi.

 

Tak berhenti di situ, guru-guru lain juga melaporkan kualitas nasi yang nyaris basi. Menurut keterangan mereka, nasi yang disiram kuah tampak sudah berubah aroma dan tekstur, sementara nasi yang tidak disiram kuah masih dalam kondisi sangat baik. Temuan ini memunculkan dugaan kuat adanya masalah dalam proses penyimpanan, distribusi, atau manajemen dapur MBG.

 

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala SMPN 2 Bangsri, Agus Awalludin, menegaskan harapannya agar SpPG 1 Guyangan lebih bertanggung jawab dan profesional. Ia menekankan bahwa sebelum pendistribusian, pihak penyedia harus memastikan makanan benar-benar siap saji dan layak konsumsi.

Baca Juga :  Tinjau Pembangunan Talud Pengaman Pantai, PJ Bupati Sangihe Sambangi Warga Saru Patung

 

“Kalau dirasa belum matang, jangan dipaksakan untuk didistribusikan. Harus diganti dengan makanan lain yang benar-benar menyehatkan, bukan justru merugikan tubuh anak-anak,” tegas Agus.

 

 

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana mungkin program nasional yang menyasar anak-anak dijalankan tanpa standar mutu yang ketat, pengawasan maksimal, serta dasar kerja sama yang jelas?

 

Program MBG bukan sekadar membagi makanan, tetapi menyangkut keselamatan, kesehatan, dan masa depan generasi muda. Temuan ayam setengah matang dan nasi hampir basi pada penyaluran perdana ini menjadi peringatan keras bahwa pelaksanaan MBG tidak boleh dilakukan secara asal-asalan, apalagi dengan dalih teknis seperti pemadaman listrik.

 

Publik kini menanti evaluasi menyeluruh dan tindakan tegas dari pihak terkait agar program MBG benar-benar menghadirkan gizi, bukan risiko, serta dijalankan dengan profesionalisme, tanggung jawab, dan standar keamanan pangan yang tidak bisa ditawar.

Andayani/Red

Berita Terkait

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara
Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih
Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI
Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor
PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar
Dari Kecintaan pada Batik, Puji Rahayu Bawa Misi Budaya ke Tingkat Nasional
Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:03 WIB

PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Dari Kecintaan pada Batik, Puji Rahayu Bawa Misi Budaya ke Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Berita Terbaru