Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, menegaskan bahwa acuan harga pupuk bersubsidi tetap HET.
TRIBUN CHANNEL – NGAWI – Kebijakan nasional penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang ditegaskan pemerintah pusat sejak Oktober 2025, menyisakan pertanyaan di tingkat daerah, termasuk di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.
Berdasarkan data e-RDKK Kecamatan Sine tahun 2026, alokasi pupuk bersubsidi mencapai 2.189 ton urea dan 2.057 ton NPK, atau setara sekitar 84.920 zak pupuk. Dalam pemberitaan sejumlah media, disebutkan adanya tambahan biaya distribusi di luar HET sebesar Rp10.000 hingga Rp15.000 per zak.
Jika dihitung secara akumulatif, tambahan biaya tersebut berpotensi bernilai Rp849 juta hingga Rp1,27 miliar dalam satu tahun anggaran, bergantung pada skema penyaluran dan kesepakatan di tingkat distribusi.
Ketua Gapoktan Desa Tulakan, Sofyan, sebelumnya menyampaikan bahwa beban tambahan muncul saat pupuk dikirim dari kios ke kelompok tani.

“Harga HET memang ditetapkan sampai di kios, tetapi ketika pupuk dikirim ke kelompok tani, kami harus menanggung tambahan ongkos angkut dan tenaga,” ujarnya.
Sementara itu, pemberitaan iNews (7 Januari 2026) mengungkap adanya berita acara kesepakatan antar pemilik kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Sine yang memuat rincian biaya tambahan di luar HET, mencakup administrasi, jasa, bongkar muat, dan transportasi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, menegaskan bahwa acuan harga pupuk bersubsidi tetap HET.
“Harga harus HET. Tapi kalau ada ongkos angkut, itu tergantung kesepakatan antara kelompok petani,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah langkah pemerintah pusat yang menurunkan HET tanpa menambah subsidi APBN, serta penindakan ribuan kios pupuk bersubsidi yang terbukti menjual di atas harga resmi.
Tanpa menyimpulkan adanya pelanggaran, perbedaan antara kebijakan nasional dan praktik distribusi di lapangan menegaskan perlunya pengawasan menyeluruh agar manfaat penurunan HET benar-benar dirasakan petani.
RED/JUNED



















