HET Nasional Turun, Biaya Distribusi Pupuk Subsidi di Sine Berpotensi Membengkak Hingga Rp 1,2 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 13:15 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, menegaskan bahwa acuan harga pupuk bersubsidi tetap HET.

TRIBUN CHANNEL – NGAWI – Kebijakan nasional penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang ditegaskan pemerintah pusat sejak Oktober 2025, menyisakan pertanyaan di tingkat daerah, termasuk di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.

Berdasarkan data e-RDKK Kecamatan Sine tahun 2026, alokasi pupuk bersubsidi mencapai 2.189 ton urea dan 2.057 ton NPK, atau setara sekitar 84.920 zak pupuk. Dalam pemberitaan sejumlah media, disebutkan adanya tambahan biaya distribusi di luar HET sebesar Rp10.000 hingga Rp15.000 per zak.

Jika dihitung secara akumulatif, tambahan biaya tersebut berpotensi bernilai Rp849 juta hingga Rp1,27 miliar dalam satu tahun anggaran, bergantung pada skema penyaluran dan kesepakatan di tingkat distribusi.

Baca Juga :  BPK: Sistem Pengendalian Internal di Kemenkumham Jatim Semakin Baik

Ketua Gapoktan Desa Tulakan, Sofyan, sebelumnya menyampaikan bahwa beban tambahan muncul saat pupuk dikirim dari kios ke kelompok tani.

“Harga HET memang ditetapkan sampai di kios, tetapi ketika pupuk dikirim ke kelompok tani, kami harus menanggung tambahan ongkos angkut dan tenaga,” ujarnya.

Sementara itu, pemberitaan iNews (7 Januari 2026) mengungkap adanya berita acara kesepakatan antar pemilik kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Sine yang memuat rincian biaya tambahan di luar HET, mencakup administrasi, jasa, bongkar muat, dan transportasi.

Baca Juga :  Grand Launching Science Techno Park (STP) Poltekkes Kemenkes

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, menegaskan bahwa acuan harga pupuk bersubsidi tetap HET.

“Harga harus HET. Tapi kalau ada ongkos angkut, itu tergantung kesepakatan antara kelompok petani,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah langkah pemerintah pusat yang menurunkan HET tanpa menambah subsidi APBN, serta penindakan ribuan kios pupuk bersubsidi yang terbukti menjual di atas harga resmi.

Tanpa menyimpulkan adanya pelanggaran, perbedaan antara kebijakan nasional dan praktik distribusi di lapangan menegaskan perlunya pengawasan menyeluruh agar manfaat penurunan HET benar-benar dirasakan petani.

RED/JUNED

Berita Terkait

Wako Hendri Arnis Ikuti Festival Usaha Mikro, Perkuat Pengembangan UMKM Daerah
Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara
Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih
Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI
Kapolres Jombang Awali Tugas dengan Sowan Kiai Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan
Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor
PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar
Semarak Pembukaan Liga Unit Darul Ulum Jombang, Santri Diajak Jaga Kerukunan dan Sportivitas

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Wako Hendri Arnis Ikuti Festival Usaha Mikro, Perkuat Pengembangan UMKM Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Kapolres Jombang Awali Tugas dengan Sowan Kiai Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:03 WIB

PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Semarak Pembukaan Liga Unit Darul Ulum Jombang, Santri Diajak Jaga Kerukunan dan Sportivitas

Berita Terbaru