Ribuan Umat Larut dalam Haru, Tablo Jalan Salib OMK Maunori Jadi Momen Tak Terlupakan
TRIBUNCHANNEL.COM-Nagekeo –Suasana Jumat Agung, 3 April 2026, di Maunori terasa berbeda. Sejak pagi, ribuan umat Paroki Hati Kudus Yesus Maunori telah memadati jalanan. Mereka datang bukan sekadar menyaksikan, tetapi ikut merasakan perjalanan iman yang menyentuh hati melalui Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus.
Kegiatan yang digelar mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WITA ini mengubah jalanan dari Gua Maria SDI Maunori hingga halaman Gereja Paroki menjadi “panggung iman” yang hidup. Setiap adegan diperankan dengan penuh penghayatan oleh Orang Muda Katolik (OMK), menghadirkan kembali kisah penderitaan Yesus secara nyata di tengah umat.

Langkah demi langkah, umat mengikuti prosesi dengan khidmat. Tatapan mereka tak lepas dari setiap adegan—Yesus memikul salib, jatuh, bangkit, dan kembali melangkah. Tak sedikit yang meneteskan air mata, larut dalam suasana haru yang begitu dalam.
Tablo ini bukan sekadar pertunjukan. Ia menjadi sarana permenungan iman yang menyentuh sisi emosional dan spiritual umat. Kisah sengsara Kristus yang biasanya hanya didengar, kini terasa begitu dekat dan nyata.

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan digerakkan oleh kaum muda. OMK Paroki Hati Kudus Yesus Maunori tampil total dalam setiap peran, menunjukkan bahwa generasi muda tetap memiliki semangat kuat dalam menghidupi iman.
Ketua OMK, Kristoforus Kese, yang turut memerankan tokoh Pilatus, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kerinduan umat untuk lebih mendalami iman.
“Tablo ini bukan sekadar tontonan, tetapi menghadirkan penghayatan iman akan kisah sengsara Yesus secara mendalam,” ujarnya.
Perjalanan Tablo yang menanjak menuju gereja menjadi simbol perjalanan hidup manusia—penuh tantangan dan pengorbanan. Namun, seperti Yesus yang tetap melangkah hingga Golgota, umat diajak untuk terus setia dalam iman, meski dalam keterbatasan.
Setibanya di halaman gereja, suasana berubah menjadi hening. Tidak ada tepuk tangan, hanya diam yang penuh makna. Dalam keheningan itu, umat larut dalam refleksi pribadi—merenungkan kasih dan pengorbanan Kristus.
Tablo Jumat Agung di Maunori bukan sekadar tradisi tahunan. Ia menjadi pengalaman iman yang hidup, membekas, dan menguatkan. Di tengah hiruk pikuk dunia, peristiwa ini mengingatkan bahwa dalam penderitaan dan keheningan, Tuhan tetap hadir—menyapa dan menguatkan umat-Nya.
Embu/Red



















