Air Mata di Jalan Iman: Tablo Suci OMK Maunori Menggetarkan Hati Umat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 16:17 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air Mata di Jalan Iman: Tablo Suci OMK Maunori Menggetarkan Hati Umat

 

TRIBUNCHANNEL.COM-Nagekeo –Pagi itu, Jumat Agung, 03 April 2026, Maunori tidak sekadar terbangun—ia bergetar dalam keheningan yang sarat makna.

Sejak mentari belum sepenuhnya meninggi, ribuan umat Paroki Hati Kudus Yesus Maunori telah memadati jalanan. Mereka datang bukan untuk sekadar menyaksikan, melainkan untuk mengalami.

Ada kerinduan yang lama terpendam, ada iman yang ingin disentuh lebih dalam.

Pagi itu, semua menemukan jalannya melalui sebuah peristiwa yang sederhana namun menggugah: Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus yang diperankan oleh Orang Muda Katolik (OMK).

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WITA itu bukanlah sekadar agenda rutin Tri Hari Suci. Ia menjelma menjadi ruang perjumpaan antara iman dan realitas, antara kisah suci dan kehidupan sehari-hari.

Dari titik awal di Gua Maria SDI Maunori, hingga perhentian terakhir di halaman Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, jalanan berubah menjadi panggung iman yang hidup—tempat di mana Injil tidak hanya dibacakan, tetapi dihidupkan.

Dalam perspektif iman, kegiatan ini dapat dilihat sebagai bentuk ekspresi religius yang kuat dan kontekstual.

Tablo bukan hanya seni peran, tetapi juga media komunikasi iman yang efektif. Ia menyentuh lapisan emosional umat dengan cara yang sering kali tidak mampu dijangkau oleh kata-kata semata.

Ketika sosok Yesus diperankan dengan penuh penghayatan—memikul salib, jatuh, bangkit, dan kembali jatuh—umat tidak lagi menjadi penonton pasif. Mereka terlibat secara batiniah, bahkan spiritual.

Hal inilah yang tampak jelas sepanjang perjalanan Tablo di Maunori. Ribuan umat berjalan perlahan, mengikuti setiap adegan dengan mata yang tak lepas dan hati yang terbuka.

Baca Juga :  Iklim Investasi Semakin Baik, Kota Pekalongan Raih Terbaik Kedua Capaian Peningkatan Nilai Investasi Tahun 2023

Tidak sedikit yang meneteskan air mata. Tangisan itu bukan sekadar reaksi emosional, tetapi sebuah bentuk pengakuan iman—bahwa penderitaan Kristus bukanlah kisah jauh di masa lalu, melainkan realitas kasih yang terus hidup hingga hari ini.

Menariknya, kegiatan ini sepenuhnya digerakkan oleh kaum muda—Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Hati Kudus Yesus Maunori. Di tengah berbagai tantangan zaman yang kerap menjauhkan generasi muda dari kehidupan rohani, kehadiran mereka dalam Tablo ini menjadi tanda harapan. Mereka tidak hanya hadir, tetapi mengambil peran utama, menghidupi setiap karakter dengan totalitas yang patut diapresiasi.

Ketua OMK Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, Kristoforus Kese, yang juga memerankan tokoh Pilatus, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kerinduan umat akan penghayatan iman yang lebih mendalam.

Pernyataannya mengandung pesan yang kuat: bahwa iman tidak cukup hanya dipahami, tetapi perlu dialami.
“Kegiatan Tablo ini bukan hanya sekadar tontonan yang dipertunjukkan, melainkan menghadirkan penghayatan iman akan kisah sengsara Yesus secara mendalam,” ungkapnya.

Pernyataan ini tentunya menjadi refleksi penting bagi kehidupan beriman umat dewasa ini. Di tengah arus modernitas yang serba cepat dan instan, kegiatan seperti Tablo justru mengajak umat untuk berhenti sejenak, merenung, dan masuk dalam kedalaman makna. Ia menjadi semacam “rem spiritual” yang mengingatkan bahwa iman bukanlah sesuatu yang dangkal.

Lebih jauh, Kristoforus juga menegaskan bahwa Tablo ini adalah ajakan iman, khususnya bagi kaum muda, untuk menjadikan sengsara Kristus sebagai pedoman untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dengan melibatkan diri dalam setiap kegiatan kerohanian.

Pesan ini relevan dan kontekstual. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit, penderitaan, dan pengorbanan. Kisah sengsara Yesus menjadi cermin—bahwa dalam penderitaan pun, ada kasih yang menyelamatkan.

Baca Juga :  Peringatan Isra Mi’raj 1447 H, Pemkab Jombang Hadirkan Gus Qoyyum di Masjid Agung.

Perjalanan Tablo yang mendaki dari dataran Maunori menuju bukit Gereja menjadi simbol yang sangat kuat. Ia bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Setiap langkah yang diambil umat, setiap napas yang terengah, mencerminkan perjalanan hidup manusia yang penuh tantangan. Namun, seperti halnya Yesus yang tetap berjalan hingga Golgota, umat pun diajak untuk terus melangkah, meski dalam keterbatasan.

Di titik akhir, ketika rombongan tiba di halaman Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, suasana berubah menjadi hening yang mendalam. Tidak ada sorak, tidak ada tepuk tangan meriah. Yang ada hanyalah diam—diam yang berbicara, diam yang menyentuh. Dalam keheningan itu, setiap orang seakan diajak untuk berdialog dengan dirinya sendiri, dengan imannya, dan dengan Tuhan.

Kegiatan Tablo ini menunjukkan bahwa tradisi religius lokal masih memiliki daya hidup yang kuat. Ia tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dengan melibatkan generasi muda secara aktif.

Hal ini menjadi indikasi bahwa iman tidak kehilangan relevansinya, justru menemukan bentuk baru yang lebih kontekstual dan menyentuh.

Pada akhirnya, Tablo Jumat Agung di Paroki Maunori bukan sekadar peristiwa tahunan. Ia adalah pengalaman iman yang membekas. Ia adalah cerita yang tidak hanya dilihat, tetapi dirasakan. Dan lebih dari itu, ia adalah panggilan—panggilan untuk hidup lebih dalam, lebih tulus, dan lebih setia.

Di tengah dunia yang sering kali bising dan penuh distraksi, Paroki Maunori pada pagi itu mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam: bahwa dalam keheningan, dalam penderitaan, dan dalam air mata, Tuhan tetap hadir—menyapa, menguatkan, dan menyelamatkan.

E.Embu/Red

Berita Terkait

Kalapas Blokir Kontak Media. Humas Bungkam. Ada Apa di Lapas Way Kanan?
Ribuan Umat Larut dalam Haru, Tablo Jalan Salib OMK Maunori Jadi Momen Tak Terlupakan
Peringatan Isra Mi’raj 1447 H, Pemkab Jombang Hadirkan Gus Qoyyum di Masjid Agung.
Kirab Budaya Ki Ageng Pandanaran: Merayakan Kearifan Lokal dan Spiritualitas Semarang
Kapolres Demak Imbau Warga Gelar Takbiran di Masjid
Awali Tugas Dengan Sedekah, Personel Polres Pekalongan Kota Sisihkan Rezekinya Bantu Warga Sekitar
Jaga Kamtibmas Kondusif Jelang Lebaran, Polsek Patean Tingkatkan Patroli ke Obyek Wisata
Iklim Investasi Semakin Baik, Kota Pekalongan Raih Terbaik Kedua Capaian Peningkatan Nilai Investasi Tahun 2023

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:08 WIB

Kalapas Blokir Kontak Media. Humas Bungkam. Ada Apa di Lapas Way Kanan?

Jumat, 3 April 2026 - 16:17 WIB

Air Mata di Jalan Iman: Tablo Suci OMK Maunori Menggetarkan Hati Umat

Jumat, 3 April 2026 - 12:44 WIB

Ribuan Umat Larut dalam Haru, Tablo Jalan Salib OMK Maunori Jadi Momen Tak Terlupakan

Jumat, 16 Januari 2026 - 12:47 WIB

Peringatan Isra Mi’raj 1447 H, Pemkab Jombang Hadirkan Gus Qoyyum di Masjid Agung.

Minggu, 28 Juli 2024 - 16:31 WIB

Kirab Budaya Ki Ageng Pandanaran: Merayakan Kearifan Lokal dan Spiritualitas Semarang

Senin, 8 April 2024 - 17:54 WIB

Kapolres Demak Imbau Warga Gelar Takbiran di Masjid

Senin, 8 April 2024 - 17:34 WIB

Awali Tugas Dengan Sedekah, Personel Polres Pekalongan Kota Sisihkan Rezekinya Bantu Warga Sekitar

Senin, 8 April 2024 - 08:56 WIB

Jaga Kamtibmas Kondusif Jelang Lebaran, Polsek Patean Tingkatkan Patroli ke Obyek Wisata

Berita Terbaru