Irigasi Gantung Di Mesuji Mangkrak: Dugaan Ketidaksesuaian RAB, Perbaikan Gagal, 4 Pertanyaan Belum Dijawab

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:23 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irigasi Gantung Di Mesuji Mangkrak: Dugaan Ketidaksesuaian RAB, Perbaikan Gagal, 4 Pertanyaan Belum Dijawab

 

TRIBUNCHANNEL.COM–Mesuji Lampung – Proyek Irigasi Gantung senilai Rp97,8 miliar milik Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Lampung yang berada di Desa Bandar Anom, Mesuji masih mangkrak.

Yang lebih janggal, bangunan yang belum pernah difungsikan ini sudah mengalami kerusakan parah. Bahkan perbaikan yang pernah dilakukan disebut warga gagal total.

Dokumentasi lapangan menunjukkan air keluar dari celah beton, bukan mengalir di dalam saluran. Pengukuran dengan sigmat digital mencatat ketebalan dinding hanya 3,12 cm, sementara tutup saluran 70,7 mm. Kondisi fisik bangunan ditumbuhi semak, berlumut, dan besi sudah terlihat karatan.

Pemberitaan media lokal pada 23-24 Mei 2026 juga mencatat proyek gagal uji coba dan belum bisa digunakan.

Dugaan Ketidaksesuaian RAB Jadi Sorotan. Kondisi fisik ini memunculkan dugaan ketidaksesuaian antara RAB dengan pelaksanaan di lapangan. Warga menilai ketebalan dinding 3 cm tidak wajar untuk bangunan irigasi gantung yang harus menahan beban air dan tekanan struktur.

Jika dugaan ini benar, maka kualitas bangunan tidak dapat berfungsi optimal sejak awal. Akibatnya, kerusakan muncul meski bangunan belum pernah dialiri air secara penuh.

Perbaikan Pernah Dilakukan, Tapi Gagal. Yang membuat kasus ini makin aneh, BBWSMS diketahui sudah melakukan perbaikan, khususnya di Desa Bandar Anom tepatnya di titik T15. Namun menurut warga setempat, perbaikan itu gagal total.

Baca Juga :  Warga Bunga Mayang Mengaku Hanya Diminta Tanda Tangan, Kini Ditagih Pinjaman KUR Hingga Rp210 Juta

Kondisi kerusakan tetap terlihat di lokasi. Air masih bocor, struktur tetap terlihat rapuh, dan saluran tidak bisa berfungsi.

Ini menimbulkan pertanyaan besar, bagaimana mungkin bangunan yang belum dipakai sudah rusak, lalu diperbaiki, tapi hasilnya tetap gagal?

Klarifikasi BBWSMS vs Fakta Lapangan. Menanggapi hal itu, Humas BBWSMS Lampung Yanti menyatakan proyek tersebut dikerjakan PT Indo Bangun Group asal Padang dengan pengawasan PT INNAKO KONSULINDOJo dan PT Reka Patria Internusa.

Terkait audit BPK, Yanti menyebut ada catatan akhir 2022 senilai Rp2 miliar untuk molding ferrocement yang kini disimpan sebagai aset di workshop BBWSMS.

“Ndak. Karena asetnya sdh di workshop BBWS MS. Hanya catatan saja,” ujarnya, Selasa (26/5/2026). Ia menegaskan tidak ada temuan kerugian negara.

Namun klarifikasi itu tidak menjelaskan kenapa bangunan rusak sebelum difungsikan, dan kenapa perbaikan yang dilakukan BBWSMS disebut gagal oleh warga.

4 Pertanyaan yang Belum Dijawab. Awak media telah menyampaikan empat pertanyaan tertulis kepada BBWSMS, namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban resmi:

Pertama, Penyebab gagal uji coba: Apa penyebab resmi kegagalan uji coba menurut hasil evaluasi BBWSMS? Apakah ada laporan teknis dari konsultan pengawas PT INNAKO dan PT Reka Patria?

Baca Juga :  Warga Muara Aman Keluhkan Kandang Ayam Dekat Permukiman, Diduga Langgar Aturan Lingkungan

Kedua, Cek lapangan ulang: Apakah BBWSMS sudah melakukan pengecekan ulang terkait laporan kebocoran, ketebalan dinding 3 cm, dan besi berkarat? Apa hasil dan kesimpulannya?

Ketiga, Rencana tindak lanjut: Apa rencana BBWSMS selanjutnya? Akan diperbaiki lagi, dibongkar, atau dihentikan? Kapan ada progres nyata di lapangan?

Ke empat, Keterbukaan dokumen: Apakah BBWSMS bisa membagikan dokumen RAB, hasil uji coba, dan hasil evaluasi terbaru kepada publik sesuai UU KIP No. 14/2008?

Yanti hanya menyampaikan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dan sedang mendampingi orang tua yang sakit.

Upaya konfirmasi kepada PPK proyek bernama Iwan juga tidak mendapat respons. Kontak yang bersangkutan disebut telah memblokir nomor wartawan.

Perbandingan antara kondisi lapangan, keterangan warga, dan klarifikasi BBWSMS menunjukkan adanya kesenjangan yang belum dijelaskan. Publik berhak tahu apakah ketidaksesuaian RAB menjadi penyebab utama kerusakan, dan mengapa perbaikan yang sudah dilakukan tidak menyelesaikan masalah.

Sebagai proyek APBN, keterbukaan informasi adalah kewajiban. Hingga kini, BBWSMS belum merespons permintaan konfirmasi lanjutan terkait empat pertanyaan tersebut. Media ini tetap membuka ruang untuk pihak BBwsms memberikan klarifikasi lanjutan.

Darwis/Red

Berita Terkait

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda
Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung
Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.
Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.
Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut
Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung
Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara
Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Dugaan Mark-Up Rp9,9 Miliar Anggaran Swakelola Bapenda Lampung Timur Selama 2 Tahun Disorot

Berita Terbaru