Pentas “50 Tahun Cahaya” Jadi Persembahan Istimewa untuk Dian Sukma
TRIBUNCHANNEL.COM-JAKARTA – Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai rangkaian acara SUPERCOOL 50 Years of Legacy di Hotel Luwansa, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Para sahabat, murid, dan pejalan mempersembahkan sebuah pentas bertajuk “50 Tahun Cahaya” sebagai hadiah istimewa untuk ulang tahun ke-50 Dian Sukma.
Pentas tersebut disiapkan secara khusus sebagai ungkapan cinta, rasa syukur, dan penghormatan atas perjalanan hidup Dian Sukma yang selama ini menginspirasi banyak orang untuk sembuh, tumbuh, bersinar, serta mengenali jati dirinya.

Persembahan “50 Tahun Cahaya” disutradarai Rejeki Listyarini dengan asisten sutradara Liana. Naskah ditulis oleh Liana, sementara narasi ditulis oleh Rejeki Listyarini. Eri Kusmeri bertugas sebagai time keeper dan dokumentasi videografi juga ditangani oleh Rejeki Listyarini.
Dalam pentas tersebut, Dyah Sardjuningrum memerankan tokoh Dian Sukma. Sementara Ratu Andayani tampil sebagai sahabat, Liana sebagai anak, dan Nadia sebagai adik. Alur pertunjukan dibangun melalui dialog, refleksi perjalanan hidup, puisi, dan musik yang menggambarkan berbagai peran Dian Sukma dalam kehidupan para pejalan.

Nuansa emosional semakin terasa melalui pembacaan puisi yang dibawakan Kang Slamet, Lis, dan Ratu Andayani. Narasi pertunjukan disampaikan oleh Rejeki Listyarini, Liana, dan Kang Slamet. Sementara penampilan lagu-lagu persembahan dibawakan oleh Nita dan Marisi dengan dukungan penata musik dan operator Agung serta Fazar.
Persembahan tersebut menjadi kejutan istimewa bagi Dian Sukma dan berhasil menghadirkan suasana haru serta penuh makna di tengah acara. Dialog, puisi, dan lagu yang ditampilkan menjadi refleksi perjalanan para pejalan yang merasa memperoleh inspirasi, pembelajaran, dan pendampingan hidup dari sosok Dian Sukma.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan buku antologi “50 Tahun Cahaya” yang ditulis oleh 21 penulis dari berbagai daerah. Buku tersebut berisi kisah, refleksi, pengalaman, serta ungkapan syukur dari para penulis yang pernah belajar, bertumbuh, dan menemukan makna perjalanan hidup bersama Dian Sukma.

Para penulis yang berkontribusi dalam antologi tersebut antara lain Dyah Sardjuningrum Sitawati, Ninik K, Liana, Ely Haryanti, Marisi Holong Simarmata, Kakang Slamet Hidayat, Eri Kusmeri, Fazar Fauzirahman, Nur Jamal, Revi Puspitasari, Ratu Andayani, Sri Nurkhayati, Umi Sholikah, Nafakhatin Nur, Muhammad Dodi Kurniawan, Yusuf Balweel dan Hella Hadil, Novi Fitriani, Chicha Kuswoyo, Nadia Moertheza, Aulia Rahma, serta Rejeki Listyarini.
Selain menerima buku antologi, Dian Sukma juga mendapatkan hadiah berupa lukisan karya Nur Jamal, salah satu penulis dalam buku tersebut. Momen penyerahan hadiah dan antologi menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam rangkaian persembahan yang disiapkan oleh para sahabat dan pejalan.
Acara ditutup dengan seluruh penulis antologi naik ke atas panggung untuk melakukan foto bersama Dian Sukma. Kebersamaan tersebut menjadi simbol perjalanan yang telah dilalui bersama sekaligus ungkapan syukur atas 50 tahun cahaya yang telah dibagikan Dian Sukma kepada banyak orang.
Ratu Andayani/Red



















