Bupati Madiun Hari Wuryanto menekan Kabupaten Madiun Zero Stunting di 2030
TRIBUNCHANNEL.COM–MADIUN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun terus memperkuat langkah percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Di bawah koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan pemerintah desa, penguatan Posyandu, edukasi gizi, serta pendampingan keluarga menjadi strategi penting untuk mewujudkan generasi Madiun yang sehat dan berkualitas.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sarasehan Peningkatan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Penurunan Stunting dan Masalah Kesehatan di Wilayah Kecamatan Saradan, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr. Hery Setyana, Camat Saradan, para kepala desa beserta istri, kader Posyandu, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menangani persoalan stunting yang tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak, tetapi juga menyangkut perkembangan otak, kemampuan belajar, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Kepala Dinkes Kabupaten Madiun dr. Hery Setyana mengatakan, bahwa pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara instan. Upaya ini harus dimulai sejak masa kehamilan, dilanjutkan dengan pemenuhan gizi anak, pemantauan pertumbuhan secara rutin di Posyandu, serta pendampingan terhadap keluarga yang berisiko.
” Ia berharap, sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader Posyandu, TP-PKK, dan masyarakat sangat diperlukan. Upaya pencegahan dilakukan melalui pemenuhan gizi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian tablet tambah darah sesuai anjuran, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI eksklusif selama enam bulan, serta pemberian makanan pendamping ASI bergizi seimbang dengan protein hewani setelah bayi berusia enam bulan.
Imunisasi lengkap dan pemantauan pertumbuhan serta perkembangan anak juga menjadi bagian penting, khususnya selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), “terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menekankan, pentingnya mengaktifkan Posyandu, memperkuat peran kader kesehatan, serta melibatkan TP-PKK dan tokoh masyarakat dalam memberikan edukasi mengenai gizi seimbang, pola asuh sehat, dan pemeriksaan kesehatan rutin.
“Mendorong optimalisasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) agar pelayanan kesehatan semakin dekat dan berkesinambungan bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia, Selain intervensi kesehatan , perbaikan lingkungan dan ketahanan pangan keluarga juga menjadi perhatian. Penyediaan air bersih, jamban sehat, dan sanitasi layak diperlukan untuk mengurangi risiko infeksi berulang pada anak,” tekannya.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menambahkan, bahwa peran pemerintah desa juga didorong mempercepat terwujudnya lingkungan bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF). Masyarakat diharapkan mengoptimalkan pekarangan untuk menanam sayuran serta membudidayakan ikan dan unggas sebagai sumber pangan bergizi. Pemutakhiran data stunting perlu dilakukan berkala agar intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran.
Bupati berharap, koordinasi lintas sektor dan evaluasi rutin menjadi faktor penting untuk memastikan program berjalan efektif dan seluruh pihak terus bergerak bersama dalam mempercepat penurunan stunting.
“Kami berharap, di tahun 2030 nanti zero stunting untuk mewujudkan generasi Kabupaten Madiun yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Melalui sarasehan ini, Dinkes Kabupaten Madiun bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat gerakan pencegahan stunting sejak dini. Targetnya bukan sekadar menurunkan angka stunting, melainkan membangun generasi yang lebih sehat, unggul, dan siap menghadapi masa depan.
Juned/Red



















