Dinkes Madiun Gaspol Tekan Stunting, Target Zero Stunting 2030

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Madiun Hari Wuryanto menekan Kabupaten Madiun Zero Stunting di 2030 

TRIBUNCHANNEL.COM–MADIUN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun terus memperkuat langkah percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Di bawah koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan pemerintah desa, penguatan Posyandu, edukasi gizi, serta pendampingan keluarga menjadi strategi penting untuk mewujudkan generasi Madiun yang sehat dan berkualitas.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sarasehan Peningkatan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Penurunan Stunting dan Masalah Kesehatan di Wilayah Kecamatan Saradan, Senin (19/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr. Hery Setyana, Camat Saradan, para kepala desa beserta istri, kader Posyandu, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menangani persoalan stunting yang tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak, tetapi juga menyangkut perkembangan otak, kemampuan belajar, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Kepala Dinkes Kabupaten Madiun dr. Hery Setyana mengatakan, bahwa pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara instan. Upaya ini harus dimulai sejak masa kehamilan, dilanjutkan dengan pemenuhan gizi anak, pemantauan pertumbuhan secara rutin di Posyandu, serta pendampingan terhadap keluarga yang berisiko.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Madiun Kawal Lima Raperda Strategis, Bupati Jawab Pandangan Tujuh Fraksi

” Ia berharap, sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader Posyandu, TP-PKK, dan masyarakat sangat diperlukan. Upaya pencegahan dilakukan melalui pemenuhan gizi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian tablet tambah darah sesuai anjuran, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI eksklusif selama enam bulan, serta pemberian makanan pendamping ASI bergizi seimbang dengan protein hewani setelah bayi berusia enam bulan.
Imunisasi lengkap dan pemantauan pertumbuhan serta perkembangan anak juga menjadi bagian penting, khususnya selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), “terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menekankan, pentingnya mengaktifkan Posyandu, memperkuat peran kader kesehatan, serta melibatkan TP-PKK dan tokoh masyarakat dalam memberikan edukasi mengenai gizi seimbang, pola asuh sehat, dan pemeriksaan kesehatan rutin.

“Mendorong optimalisasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) agar pelayanan kesehatan semakin dekat dan berkesinambungan bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia, Selain intervensi kesehatan , perbaikan lingkungan dan ketahanan pangan keluarga juga menjadi perhatian. Penyediaan air bersih, jamban sehat, dan sanitasi layak diperlukan untuk mengurangi risiko infeksi berulang pada anak,” tekannya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun dan BPJS Kesehatan Gelar Forum Kemitraan 2026, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan

Bupati Madiun Hari Wuryanto menambahkan, bahwa peran pemerintah desa juga didorong mempercepat terwujudnya lingkungan bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF). Masyarakat diharapkan mengoptimalkan pekarangan untuk menanam sayuran serta membudidayakan ikan dan unggas sebagai sumber pangan bergizi. Pemutakhiran data stunting perlu dilakukan berkala agar intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran.

Bupati berharap, koordinasi lintas sektor dan evaluasi rutin menjadi faktor penting untuk memastikan program berjalan efektif dan seluruh pihak terus bergerak bersama dalam mempercepat penurunan stunting.

“Kami berharap, di tahun 2030 nanti zero stunting untuk mewujudkan generasi Kabupaten Madiun yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Melalui sarasehan ini, Dinkes Kabupaten Madiun bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat gerakan pencegahan stunting sejak dini. Targetnya bukan sekadar menurunkan angka stunting, melainkan membangun generasi yang lebih sehat, unggul, dan siap menghadapi masa depan.
Juned/Red

Berita Terkait

Gercep! Kebakaran di Desa Slambur Satpol PP dan Damkar Turunkan 2 Armada Mobil
Pastikan Stok Aman dan Distribusi Lancar, Kapolres Madiun Cek Langsung Sejumlah SPBU
Serentak se-Jawa Timur, Polres Madiun Gencarkan Razia Gabungan Penyalahgunaan Narkoba
Dinas Pendidikan Madiiun Kejar 3000 ATS Lewat Gerakan Ayo Mengaji
Ketua Baru Margo Mulyo Resmi Berganti, Sapto Hari Pramono Bidik Kemajuan Petani Betek
Kawal Transparansi BKK Desa, BPKAD Kabupaten Madiun Gelar Sosialisasi Perbup 18 Tahun 2026
Desa Kajang Sawahan Madiun Gelar Tradisi Bersih Desa,dengan Pengajian Umum dan Wayang Kulit
Gebrak Hari Pangan Sedunia! DKPP Madiun Luncurkan KRETA, 80 Petani Milenial Langsung Dapat Modal

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:39 WIB

Gercep! Kebakaran di Desa Slambur Satpol PP dan Damkar Turunkan 2 Armada Mobil

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Dinkes Madiun Gaspol Tekan Stunting, Target Zero Stunting 2030

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Pastikan Stok Aman dan Distribusi Lancar, Kapolres Madiun Cek Langsung Sejumlah SPBU

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Serentak se-Jawa Timur, Polres Madiun Gencarkan Razia Gabungan Penyalahgunaan Narkoba

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Dinas Pendidikan Madiiun Kejar 3000 ATS Lewat Gerakan Ayo Mengaji

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Ketua Baru Margo Mulyo Resmi Berganti, Sapto Hari Pramono Bidik Kemajuan Petani Betek

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Kawal Transparansi BKK Desa, BPKAD Kabupaten Madiun Gelar Sosialisasi Perbup 18 Tahun 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Desa Kajang Sawahan Madiun Gelar Tradisi Bersih Desa,dengan Pengajian Umum dan Wayang Kulit

Berita Terbaru