Rutinan Selapanan NU Rajekwesi Dihadiri 500 Jemaah, Perempuan Dilibatkan dalam Transformasi Kepengurusan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 22:06 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kiyai Agus Lukmanul Hakim, Lc dan tokoh tokoh NU Rajekwesi

TRIBUNCHANNEL.COM–JEPARA – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Rajekwesi, Kabupaten Jepara, menggelar rutinan selapanan pada Rabu (4/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baiturrahim, Dukuh Kedung Centong tersebut dihadiri sekitar 500 jemaah, terdiri atas jajaran pengurus Ranting NU, pimpinan badan otonom (Banom), lembaga NU, serta masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan tahlil yang dipimpin Nadzir Masjid Baiturrahim, Kiai Samporno, S.Pd. Pembacaan tahlil tersebut ditujukan untuk mendoakan para sesepuh dan pendahulu yang telah wafat.

Ketua Ranting NU Desa Rajekwesi, Kiai Nasir, dalam sambutannya menyampaikan perkembangan kepengurusan NU yang mengalami transformasi dari masa ke masa. Salah satu perubahan penting adalah keterlibatan perempuan dalam struktur kepengurusan, sesuai arahan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU.

Menurutnya, kepengurusan saat ini telah memberikan ruang bagi kaum perempuan untuk berperan aktif, di antaranya melalui kepengurusan Lazisnu, JQH, dan sejumlah lembaga lainnya. Hal tersebut menjadi bagian dari penguatan organisasi agar semakin inklusif dan melibatkan lebih banyak kader.

Baca Juga :  LPSK Turun Tangan! Kasus Dugaan Pemerkosaan Remaja Jepara Berubah Dramatis, Muncul Keinginan Cabut Laporan

Kiai Nasir juga mengajak masyarakat untuk menggalakkan gerakan Kotak Koin Lazisnu secara istiqomah, dimulai dari lingkungan internal pengurus sebelum meluas kepada masyarakat. Selain itu, ia mendorong agar reorganisasi Pimpinan Ranting IPNU dan IPPNU segera dilaksanakan sebagai wadah kaderisasi dan pendidikan organisasi bagi generasi muda.

Memasuki acara inti, pengajian kitab disampaikan Kiai Agus Lukmanul Hakim, Lc. Dalam kajiannya, ia menegaskan bahwa ilmu agama merupakan ruh dalam kehidupan umat Islam. Karena itu, keistiqamahan mengikuti majelis ilmu perlu terus dijaga.

“Rutinan selapanan ini bukan sekadar tempat untuk mengirim doa kepada para sesepuh yang telah mendahului kita, melainkan juga sebagai wadah untuk ‘mengecas’ keilmuan kita sebagai warga NU,” ungkap Kiai Agus.

Melalui kajian Kitab Bidayatul Hidayah, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan aktivitas kehidupan sehari-hari. Ia mengisahkan dialog Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Sahabat Hanzhalah mengenai kondisi keimanan seseorang yang terkadang terasa kuat ketika berada di majelis Nabi, tetapi mengalami perubahan saat kembali menjalani urusan duniawi. Pesan dari kisah tersebut adalah pentingnya menjaga iman dan ketakwaan, baik ketika berada di majelis ilmu maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Roh Kudus Menguatkan Jepara, 25 Umat Stella Maris Terima Sakramen Krisma

Kiai Agus turut mengingatkan bahwa akal sehat merupakan nikmat besar dari Allah SWT yang harus digunakan dengan baik, terutama untuk memahami ilmu agama. Ia mengajak jemaah meluruskan niat ketika menghadiri majelis ilmu, dengan tujuan beriktikaf, memperoleh ilmu yang bermanfaat, serta mengharapkan hidayah Allah SWT.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan pengurus, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Kiai Agus Lukmanul Hakim, Lc. Acara kemudian diakhiri dengan pembacaan Surah Al-Fatihah dan selawat bersama seluruh jemaah.

Ratuandayani/Red

Berita Terkait

Sukambali Unggul dalam Pilpet Desa Kecapi 2026, Raih 4.977 Suara
Octofest 2026 Hadirkan 20 Dubes, Anjar Jambore Perluas Pasar Mebel Jepara ke Dunia
LNGN Fest 2026 di Langon Jepara, Wadah Kreativitas Generasi Muda Peringati Hari Santri Nasional
Outing Class TK dan KB Asy-Syafi’iyyah Kecapi, Kenalkan Anak pada Kekayaan Alam Lereng Muria
Pengurus DPC GWS Kabupaten Jepara Periode 2026–2031 Resmi Dilantik
HIMPAUDI Jepara Perkuat Kompetensi Guru PAUD Lewat Rakor dan Turba
Turba HIMPAUDI Jepara ke PAUD Cahaya Genting Karimunjawa, Menjangkau yang Jauh, Menguatkan yang Tumbuh
Karnaval Hari Santri 2026 di Jepara Satukan Beragam Elemen,Bupati Pimpin Pelepasan Peserta

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:06 WIB

Rutinan Selapanan NU Rajekwesi Dihadiri 500 Jemaah, Perempuan Dilibatkan dalam Transformasi Kepengurusan

Selasa, 3 November 2026 - 19:22 WIB

Sukambali Unggul dalam Pilpet Desa Kecapi 2026, Raih 4.977 Suara

Senin, 2 November 2026 - 07:45 WIB

Octofest 2026 Hadirkan 20 Dubes, Anjar Jambore Perluas Pasar Mebel Jepara ke Dunia

Senin, 2 November 2026 - 07:39 WIB

LNGN Fest 2026 di Langon Jepara, Wadah Kreativitas Generasi Muda Peringati Hari Santri Nasional

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Outing Class TK dan KB Asy-Syafi’iyyah Kecapi, Kenalkan Anak pada Kekayaan Alam Lereng Muria

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pengurus DPC GWS Kabupaten Jepara Periode 2026–2031 Resmi Dilantik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:53 WIB

HIMPAUDI Jepara Perkuat Kompetensi Guru PAUD Lewat Rakor dan Turba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Turba HIMPAUDI Jepara ke PAUD Cahaya Genting Karimunjawa, Menjangkau yang Jauh, Menguatkan yang Tumbuh

Berita Terbaru