Ketua DPP Formasi Desak Aparat Usut Tuntas Dugaan Korupsi Bantuan Ternak di Desa Menjangan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Januari 2025 - 22:39 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mustadjirin Ketua Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Kabupaten Pekalongan

TRIBUNCHANNEL.COM –Pekalongan – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Kabupaten Pekalongan, Mustadjirin, angkat bicara terkait polemik bantuan ternak kambing di Desa Menjangan, Kecamatan Bojong, yang bersumber dari bantuan  provinsi tahun 2024 . Dalam keterangannya pada Rabu (22/1/2025), Mustadjirin menyayangkan adanya dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan tersebut.

 

“Saya sangat menyayangkan adanya skandal bantuan peternakan di Desa Menjangan. Anggota kelompok tidak dilibatkan, dana bahkan dipangkas hingga 10 persen oleh aspirator, dan bantuan ini diduga tidak tepat sasaran. Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 67 Tahun 2016, perangkat desa dilarang menjadi pengurus atau anggota kelompok tani atau ternak. Jika ini terjadi, mereka harus memilih antara menjadi perangkat desa atau menjadi pengurus kelompok. Skandal ini jelas merupakan pelanggaran hukum,” tegas Mustadjirin.

 

Ia juga mengkritik keterlibatan perangkat desa dalam pengelolaan bantuan tersebut. Sekretaris Desa (Sekdes) Menjangan, Taufiq Akbar, diketahui menjadi anggota kelompok penerima bantuan ternak. Hal ini, menurut Mustadjirin, melanggar aturan yang tertuang dalam Permentan No. 67 Tahun 2016. Lebih lanjut, Mustadjirin juga menyoroti peran Mari’in, perangkat desa sekaligus bendahara desa, yang diduga mengelola anggaran  kelompok penerima bantuan ternak.

Baca Juga :  Lagi Asik Nimbang Shabu, Pria Asal Batu Bara Digerebek Polisi

 

“Perangkat desa tidak boleh terlibat dalam kelompok penerima bantuan, apalagi dalam posisi strategis seperti bendahara. Saya meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas kasus ini karena jelas merugikan keuangan negara,” tambahnya.

 

Dalam wawancara terpisah, Waryono, bendahara kelompok penerima bantuan, mengungkapkan sejumlah fakta yang mencengangkan. Ia mengaku hanya menjalankan tugas sebagai bendahara secara formal, tanpa pernah memegang uang bantuan secara langsung.

 

“Saya menerima 8 ekor kambing, tapi sekarang tinggal 3 ekor. Dua ekor milik Pak Usup dan Pak Carik. Lima lainnya ada di tempat beberapa anggota kelompok. Untuk masalah dana, semua dipegang Pak Mari’in. Saya hanya diberitahu bahwa kandang ternak dihargai Rp12 juta, tapi setiap anggota hanya menerima Rp1,5 juta. Padahal, saya mengeluarkan uang pribadi hingga Rp4 juta untuk membangun kandang,” jelas Waryono.

Baca Juga :  Bantuan Kambing Desa Menjangan Diduga Tak Tepat Sasaran, Perangkat Desa Jadi Penerima

Waryono juga menyebut bahwa transaksi pembelian kambing dilakukan oleh Mari’in, tanpa transparansi. “Kambing-kambing itu katanya dihargai Rp2 juta per ekor, tapi saya rasa harga itu tidak masuk akal untuk kondisi kambing yang diterima. Semua pencatatan dan laporan ada di tangan Pak Mari’in,” tambahnya.

 

Dugaan lainnya adalah adanya potongan dana sebesar Rp8 juta yang disebut sebagai “fee aspirasi”. Waryono mengaku mengetahui keberadaan potongan tersebut, namun kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat langsung dalam pengelolaan uang bantuan.

 

Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh Aparat Penegak Hukum untuk memastikan transparansi serta menindak pelaku yang terlibat dalam dugaan penyimpangan bantuan ternak di Desa Menjangan.

Red/Slamet

Berita Terkait

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara
Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih
Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI
Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor
PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar
Dari Kecintaan pada Batik, Puji Rahayu Bawa Misi Budaya ke Tingkat Nasional
Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:03 WIB

PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Dari Kecintaan pada Batik, Puji Rahayu Bawa Misi Budaya ke Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Berita Terbaru