Warga Desa Proto Gruduk Balaidesa, Tuntut Sekdes Mundur

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 16:33 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, gruduk balai desa pada Jumat  29/08/2025.

TRIBUNCHANNEL.COM – Pekalongan – Ratusan warga Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, menggeruduk balai desa pada Jumat pagi, 29 Agustus 2025. Mereka datang berbondong-bondong, sebagian membawa poster tuntutan, sebagian lagi menggerutu lantang di halaman balai desa yang selama ini mereka anggap pusat pengelolaan dana publik namun justru menyisakan banyak tanda tanya.

 

Aksi tersebut dipimpin Akasah, tokoh masyarakat yang ditunjuk sebagai koordinator, yang dalam orasinya menegaskan bahwa warga tidak lagi mempercayai carik desa. Menurutnya, sejak lama warga menaruh curiga terhadap pengelolaan anggaran desa yang dinilai tidak transparan. Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan, pemberdayaan, atau kebutuhan masyarakat, kerap tidak jelas alokasinya. “Kami menduga banyak penyimpangan yang sengaja ditutup-tutupi. Warga berhak tahu ke mana uang desa itu dipakai,” ujarnya di hadapan ratusan massa yang bersorak menyambut.

Baca Juga :  Nekad Transaksi Narkoba, Dua Warga Semarang Ditangkap Polisi

 

Kemarahan warga Proto tidak muncul tiba-tiba. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah program desa disebut tidak berjalan sesuai rencana. Laporan pertanggungjawaban keuangan juga dianggap tidak bisa diakses secara terbuka oleh masyarakat. Ketidakjelasan itu, menurut warga, menjadi alasan kuat menuntut carik segera mengundurkan diri agar roda pemerintahan desa kembali dipercaya.

Baca Juga :  Didik Pramono Ancam Laporkan PDAM Kota Pekalongan ke YLKI

 

Meski berlangsung dalam suasana panas, aksi itu berjalan relatif tertib. Aparat kepolisian setempat mengawal jalannya demonstrasi, sementara perangkat desa memilih berdiam di dalam kantor. Hingga aksi berakhir, tuntutan warga belum mendapat jawaban resmi dari pemerintah desa. Namun, desakan keras agar carik mundur menjadi sinyal bahwa krisis kepercayaan di Desa Proto telah mencapai puncaknya.

Rohim/Red

Berita Terkait

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara
Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih
Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI
Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor
PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar
Dari Kecintaan pada Batik, Puji Rahayu Bawa Misi Budaya ke Tingkat Nasional
Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:03 WIB

PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Dari Kecintaan pada Batik, Puji Rahayu Bawa Misi Budaya ke Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Berita Terbaru