Eddie Karsito Tentang Warung Kopi dan Mie Instan Gratis: “Orang Lapar Jangan Disuruh Sabar”

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 14:09 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemulung sarapan di warung kopi dan mie instan gratis, di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna, Kota Bekasi, Jum’at (12/09/2025).

TRIBUNCHANNEL.COM – Kota Bekasi – Kemiskinan kota merupakan masalah kompleks yang membutuhkan solusi dari semua pihak. Termasuk pemerintah, masyarakat, dan berbagai sektor lainnya.

 

Hal inilah yang menjadi perhatian Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan selama lebih dari 30 tahun. Lembaga nirlaba yang didirikan sejak tahun 1995 ini selama bertahun-tahun membuka warung kopi dan mie instan gratis.

 

“Membantu musafir; orang yang tengah dalam perjalan, supir angkot, supir taksi, ojek online, dan pejalan lainnya. Termasuk pemulung, kuli bangunan, tukang angkut sampah, dan orang-orang lapar,” terang *Eddie Karsito*, Pendiri Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan.

 

Seniman dan penggiat budaya ini ditemui saat melayani pemulung sarapan di warung kopi dan mie instan gratis, di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna, Kota Bekasi, Jum’at (12/09/2025).

 

*Bukan Ceramah Melainkan Tindakan*

Respons terhadap penderitaan orang lain, kata Eddie Karsito, seharusnya bukan berupa ceramah, melainkan tindakan.

 

Sering ketika orang dalam keadaan lapar diberi nasihat agar bersabar. Kadang nasihat itu bukan dari sesama orang lapar, tapi dari mereka yang tidak merasakan lapar.

Baca Juga :  Ekspresikan Emosi Anak Melalui Seni, Mahasiswa KKN Undip Adakan Edukasi Mengenai Emosi Dasar dan Kegiatan Mewarnai Mandala

 

“Orang lapar bukan cuma diceramahi. Disuruh ikhlas, disuruh sabar. Mereka wajib ditolong diberi bantuan. Ini tuntutan moral yang tak bisa ditolak. Kita tidak hanya dihadapkan pada rasa iba, tapi pada tanggungjawab untuk bertindak,” tegas Eddie Karsito.

 

Sejak didirikan, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan membina ratusan pemulung. Sebagian diantaranya adalah janda-janda lanjut usia, ada yang usianya mencapai 97 tahun.

 

Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan juga menyantuni kaum _dhua’fa_, fakir miskin, dan puluhan anak yatim dan _dhua’fa_ non-panti. Mengurus anak-anak pemulung dapat melanjutkan sekolah, serta memenuhi kebutuhan sepatu, seragam dan peralatan sekolah mereka.

 

*Pantang “Meminta-minta” Sumbangan*

Berbeda dengan lembaga sosial kebanyakan, pengurus Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan sepakat tidak “meminta-minta” bantuan dari pihak manapun, termasuk ke Pemerintah.

 

Sedekah yang disalurkan bukan dari usaha kolektif meminta sana-sini melalui penyebaran proposal dan bentuk lainnya. Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan tidak punya donatur tetap.

 

“Apa yang kami bagikan merupakan bantuan internal, dari para pengurus yayasan dan anggota Sanggar Humaniora. Sedekah dari pihak lain ada, tapi sifatnya bukan kami minta. Melainkan sumbangan dari dermawan atas kepeduliaan mereka yang ingin berbagi. ” tegas Eddie.

Baca Juga :  Sub Kontraktor Penimbunan Tanah PT Royal Platinum Persada, Bersihkan Tumpukan Sampah Pada Drainase Pembuangan Arung Dalu

 

Belakangan, kata Eddie, menjamur institusi atas nama lembaga agama muncul mencari sumbangan berdalih membantu korban bencana, memberi makan anak yatim dan fakir miskin.

 

Bahkan secara masif mereka kerap beriklan di media sosial dengan menyebarkan berbagai nomor rekening dari sejumlah bank.

 

“Tak jarang agama sekedar _packaging and labeling._ Sekedar papan nama. Tak menyentuh ke akar masalah,” tegas pekerja sosial yang juga seorang wartawan ini.

 

*Budaya dan Ekspresi Kemanusiaan*

Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan menciptakan simbiosis mutualisme antara kebajikan sosial dan kegiatan budaya. Upaya kesejahteraan sosial yang disinerjikan dengan kegiatan budaya; aktivitas yang terkait dengan seni, tradisi, dan ekspresi kemanusiaan lainnya.

 

“Kebajikan sosial dan kegiatan seni budaya saling berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kohesi sosial. Mudah-mudahan menciptakan siklus positif bagi masyarakat, ”tutur Eddie Karsito menutup.

Red

Berita Terkait

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara
Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih
Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI
Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor
PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar
Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa
Panggung Banjarmasin Berhasil Ditaklukkan, My One Band Siap Lanjut ke Palangkaraya
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:03 WIB

PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Selasa, 29 September 2026 - 18:50 WIB

Panggung Banjarmasin Berhasil Ditaklukkan, My One Band Siap Lanjut ke Palangkaraya

Berita Terbaru