Bupati Lampura: Dugaan Anggaran Rp3,9 M DLH untuk ATK, Inspektorat Harus Periksa Dulu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:54 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lampura: Dugaan Anggaran Rp3,9 M DLH untuk ATK, Inspektorat Harus Periksa Dulu

 

TRIBUNCHANNEL.COM–Lampung Utara – Polemik anggaran Dinas Lingkungan Hidup Lampung Utara kembali mencuat. Kali ini sorotan publik mengarah ke pos belanja Alat Tulis Kantor senilai Rp3,9 miliar yang dianggap janggal dan tidak sebanding dengan kebutuhan operasional DLH.

Nilai tersebut dinilai jauh melampaui standar kewajaran, sehingga memicu tanda tanya besar terkait perencanaan dan pengawasan anggaran di OPD tersebut.

Menanggapi keresahan itu, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis menegaskan bahwa setiap penggunaan anggaran daerah wajib sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga : 

Ia meminta jajaran terkait untuk segera membuka data secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa dijaga jika pengelolaan keuangan dilakukan dengan hati-hati dan akuntabel.

Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis merespons pemberitaan terkait dugaan anggaran Rp3,9 miliar Dinas Lingkungan Hidup Lampura untuk Alat Tulis Kantor yang dinilai jauh melampaui standar.

Bupati meminta klarifikasi langsung ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD terkait berita tersebut. Hal itu disampaikan Bupati melalui pesan singkat, Kamis 29/5/2026 pukul 17.19 WIB.

“Konfirmasi dg BPKAD terkait berita diatas,” tulis Bupati Hamartoni.Saat ditanya langkah yang akan diambil jika ada indikasi kecurangan dalam anggaran itu, Bupati menegaskan proses audit internal harus jalan lebih dulu.

Baca Juga :  3 Siswa Jalur Prestasi Mundur, Kuota SMAN 3 Kotabumi Langsung Terisi

“Inspektorat (APIP) harus periksa terlebih dahulu,” jawabnya,Sebelumnya, pemberitaan menyorot anggaran Rp3,9 M DLH Lampura untuk ATK yang diduga jauh melampaui standar kewajaran. Isu ini memicu pertanyaan publik terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran di Dinas LH.

Bupati belum memberikan komentar lebih lanjut. Pemkab Lampung Utara kini menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah sebelum mengambil langkah lanjutan.

Darwis/red

Berita Terkait

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda
Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung
Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.
Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.
Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut
Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung
Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara
Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Dugaan Mark-Up Rp9,9 Miliar Anggaran Swakelola Bapenda Lampung Timur Selama 2 Tahun Disorot

Berita Terbaru