Bupati Witiarso Tegaskan: Seni Ukir Jadi Magnet Wisata Jepara

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 04:35 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepara Wood Carving Performance” yang digelar di kawasan wisata Pantai Kartini, Kamis (6/11/2025).

TRIBUNCHANNEL.COM –JEPARA – Kembali meneguhkan jati dirinya sebagai Kota Ukir Dunia. Melalui kegiatan “Jepara Wood Carving Performance” yang digelar di kawasan wisata Pantai Kartini, Kamis (6/11/2025), Pemerintah Kabupaten Jepara menunjukkan keseriusannya dalam menjadikan seni ukir bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga magnet wisata dan sumber ekonomi kreatif bagi masyarakat.

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Jawa Tengah, menegaskan komitmennya untuk menjadikan seni ukir sebagai seni khas dan daya tarik wisata unggulan daerah. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan “Jepara Wood Carving Performance” yang menghadirkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku seni, komunitas ukir, dan pengrajin lokal.

 

Dalam sambutannya, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkenalkan seni ukir kepada wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

 

“Kita ingin wisatawan datang ke Jepara tidak hanya melihat, tapi juga merasakan pengalaman mengukir dan berbelanja produk ukiran khas Jepara,” ujar Bupati.

Baca Juga :  Gelar Aksi Damai, Warga Perumahan Cluster Elaeis Tagih Janji Depelover Penuhi PAM dan Bronjong

 

Ia menambahkan, penting bagi Pemkab Jepara untuk menata kawasan wisata ukir agar lebih rapi, indah, dan menarik, sehingga wisatawan betah berlama-lama menikmati keunikan seni ukir.

 

“Kalau dikemas menarik, wisatawan akan tertarik untuk berkunjung kembali sebelum menyeberang ke Karimunjawa,” ungkapnya.

 

Selain itu, Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus berkelanjutan dan mampu menggerakkan ekonomi lokal.

 

“Konsep keberlanjutan menjadi kunci. Kami ingin kegiatan ini hidup terus, menjadi atraksi wisata edukatif yang menumbuhkan UMKM dan menyejahterakan pengukir,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto, selaku pengelola kegiatan menjelaskan, Jepara Wood Carving Performance dirancang sebagai wadah edukasi dan pelestarian seni ukir yang membuka ruang bagi wisatawan maupun pelajar untuk belajar langsung dari perajin profesional.

 

“Kami membuka dua kelas — untuk wisatawan dan pelajar. Kelas wisatawan dikenai biaya Rp100 ribu per jam, sedangkan pelajar hanya Rp30 ribu untuk dua hingga tiga jam latihan. Biaya itu untuk bahan praktik dan honor instruktur,” jelas Hadi.

Baca Juga :  SWI Jateng Mengecam dan Mengutuk Keras Oknum Kepala Desa Yang Diduga Melecehkan Wartawan Jepara

 

Menurutnya, kegiatan ini akan rutin dibuka setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, menyesuaikan tingginya arus kunjungan ke Pantai Kartini pada akhir pekan. Selain pelatihan, juga tersedia showroom kecil serta area atraksi mengukir bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung proses kreatif para perajin.

 

“Kami bersyukur karena upaya pelestarian ini mendapat dukungan penuh dari Bupati. Harapannya, wisatawan yang datang ke Jepara bisa melihat langsung kehebatan seni ukir kita. Dari sini nanti bisa berkembang ke potensi lain seperti tenun Troso,” tambahnya.

 

Hadi juga berharap kegiatan ini mampu memperkuat identitas ekonomi kreatif Jepara agar semakin dikenal hingga mancanegara.

 

“Seni ukir bukan hanya warisan budaya, tapi juga identitas ekonomi kreatif yang menjadi kebanggaan Jepara,” pungkasnya.

 

Dengan adanya program berkelanjutan seperti ini, Pemkab Jepara optimistis seni ukir akan terus hidup sebagai simbol keunggulan, kreativitas, dan daya saing daerah — membawa Jepara semakin kokoh di panggung pariwisata nasional dan dunia.

Ratu Andayani/Red

Berita Terkait

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara
Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih
Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI
Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor
PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar
Dari Kecintaan pada Batik, Puji Rahayu Bawa Misi Budaya ke Tingkat Nasional
Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:03 WIB

PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Dari Kecintaan pada Batik, Puji Rahayu Bawa Misi Budaya ke Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Berita Terbaru