Crawling 2 Jadi Penanda Kebangkitan D.B.D Setelah Perjalanan Penuh Lika-Liku

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:58 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Crawling 2 Jadi Penanda Kebangkitan D.B.D Setelah Perjalanan Penuh Lika-Liku

TRIBUNCHANNEL.COM – Jakarta – (31/5/2026) Setelah tertidur selama lebih dari dua dekade, proyek musik independen D.B.D akhirnya bangkit kembali lewat single terbaru berjudul Crawling 2 yang resmi dirilis pada 24 Maret 2026. Lagu ini sejatinya sudah diciptakan sejak awal tahun 2000-an, jauh sebelum 2004, namun perjalanan panjang dan berbagai tantangan membuat karya ini baru menemukan jalannya untuk lahir kembali hari ini.

D.B.D memiliki sejarah panjang yang penuh lika-liku. Formasi awal sempat bubar, lalu mengalami dua kali pergantian personel dengan vokalis yang tetap bertahan. Pada perjalanan pertama, sang gitaris meninggal dunia, drummer memilih menjadi pemain reguler, sementara gitaris lainnya memutuskan hijrah. Formasi kedua pun harus berakhir setelah gagal menembus sebuah kompetisi, membuat proyek ini terkubur selama lebih dari 20 tahun.

Baca Juga :  Teddy Poernama Kembangkan Model Pariwisata Berbasis Masyarakat di Candi Borobudur Untuk Atasi “Growth Without Equity”

Kini, sang vokalis sekaligus pendiri, Deathhollow, memberanikan diri membangun kembali D.B.D bersama tim baru. Dalam proyek kebangkitan ini, ia menggandeng Droobie, rapper naturalisasi asal London yang kini menetap di Bali, serta Burn sebagai bassist. Nama D.B.D sendiri memiliki dua makna: singkatan dari Droobie, Burn, Deathhollow, sekaligus metafora “Demam Berdarah”, sesuai identitas mereka dengan logo nyamuk mekanikal yang unik dan provokatif.

Proses pengerjaan Crawling 2 juga tidak mudah. Hampir gagal di tengah jalan, lagu ini hadir dengan karakter sound yang kasar, vokal mentah, dan lirik tajam yang berani. Bahkan saat masa pra-rilis, lagu ini sempat menuai kontroversi hingga dibatasi karena dianggap menyinggung pihak tertentu akibat lirik umpatan dan kritik keras yang dibawakan.

Meski begitu, Crawling 2 justru mulai menunjukkan gaung internasional. Per 15 Mei 2026, lagu ini telah diputar di 41 negara, dengan 66,8 persen pendengarnya berasal dari luar Indonesia. Tiga pasar terbesar mereka saat ini adalah Indonesia, United States, dan Nigeria. Bahkan single debut ini sukses meraih 1.000 streams dalam 40 hari dan kini menargetkan 10.000 streams dalam kurang dari 100 hari

Baca Juga :  Pentas "50 Tahun Cahaya" Jadi Persembahan Istimewa untuk Dian Sukma

Berbasis di proyek Jakarta–Bali, dengan proses mixing dan mastering dilakukan di Jakarta serta Droobie yang menetap di Bali, D.B.D membawa misi sederhana namun kuat: “membisingkan dunia lewat suara yang mengganggu.” Harapan mereka, Crawling 2 bukan hanya menjadi karya musik, tetapi juga inspirasi bagi para indie artist dan indie label untuk terus percaya bahwa karya independen pun bisa menulis sejarah baru. “The Dragon Has Awaken.”

Yusuf/Red

Berita Terkait

Terinspirasi Cerita Followers, The Maira Tuangkan Kisah Cinta Terpendam Lewat “Cinta Dalam Diam”
Kaisa Rayakan Momen Spesial Lewat Single “Selamat Ulang Tahun”
Disdikbud Lampung Raih Apresiasi Pendidikan Antikorupsi 2026
Rafty Raf Band Rilis “Cinta Dia & Dirimu”, Kisah Cinta yang Datang di Waktu yang Salah
Alisha Syauqina Gunawan Hadiri Indonesian Television Awards, Dikaitkan dengan Management Arya Saloka dan Prilly Latuconsina
Didin Marlin Masuk Nominasi AMI Awards 2026 Lewat Karya Sappo’na Sumange’ Mabali
My One Band Siap Gelar Mini Tour Konser Borneo di Banjarmasin pada 26 September
Bukan Sekadar Lagu Cinta, “Ada Kamu” Jadi Persembahan SYAKKAY untuk Mendiang Ibunda
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Terinspirasi Cerita Followers, The Maira Tuangkan Kisah Cinta Terpendam Lewat “Cinta Dalam Diam”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kaisa Rayakan Momen Spesial Lewat Single “Selamat Ulang Tahun”

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Disdikbud Lampung Raih Apresiasi Pendidikan Antikorupsi 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Rafty Raf Band Rilis “Cinta Dia & Dirimu”, Kisah Cinta yang Datang di Waktu yang Salah

Senin, 28 September 2026 - 17:31 WIB

Alisha Syauqina Gunawan Hadiri Indonesian Television Awards, Dikaitkan dengan Management Arya Saloka dan Prilly Latuconsina

Kamis, 24 September 2026 - 14:52 WIB

Didin Marlin Masuk Nominasi AMI Awards 2026 Lewat Karya Sappo’na Sumange’ Mabali

Rabu, 23 September 2026 - 21:03 WIB

My One Band Siap Gelar Mini Tour Konser Borneo di Banjarmasin pada 26 September

Sabtu, 19 September 2026 - 22:24 WIB

Bukan Sekadar Lagu Cinta, “Ada Kamu” Jadi Persembahan SYAKKAY untuk Mendiang Ibunda

Berita Terbaru