Diduga Nama 7 Warga Dipakai Cairkan KUR BRI, Kepala Unit Bunga Mayang Bungkam Saat Dikonfirmasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:35 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Nama 7 Warga Dipakai Cairkan KUR BRI, Kepala Unit Bunga Mayang Bungkam Saat Dikonfirmasi

TRIBUNCHENNEL.COM.-Lampung Utara – Dugaan penggunaan nama tujuh warga untuk pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Bunga Mayang mencuat dan menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Hingga kini, pihak terkait unit BRI setempat belum memberikan penjelasan resmi terkait persoalan tersebut. Selasa (10/3/2026)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, nama tujuh warga diduga digunakan dalam proses pencairan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di unit BRI Bunga Mayang. Namun, sejumlah warga yang namanya tercantum dalam data tersebut mengaku tidak pernah menerima manfaat.

Ketika dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pada Senin malam (9/3/2026), Kepala Unit BRI Bunga Mayang, Dayat, tidak memberikan respons atas pertanyaan yang diajukan terkait dugaan tersebut.

Sementara itu, Manager Pemasaran Feri Gunawan dari cabang Bank BRI Kotabumi mengaku tidak mengetahui adanya persoalan penggunaan nama warga dalam pencairan KUR tersebut.

“Saya tidak tahu terkait hal itu,” ujar Feri Gunawan melalui pesan WhatsApp nya. Senin 9/3/26) malam sekira pukul 21.33 WIB

Kasus ini pun menimbulkan tanda tanya mengenai bagaimana proses verifikasi dan pencairan dana KUR bisa terjadi apabila benar nama warga digunakan akan tetapi warga hanya menandatangani dokumen sementara ATM dan uangnya tidak menerima sama sekali.

Baca Juga :  Kurang dari 24 Jam, Tiga Pelaku Spesialis Curat Diringkus Tim Tekab 308 Sat Reskrim Polres Lampung Utara

Warga berharap pihak bank segera memberikan klarifikasi agar persoalan ini tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Selain itu, mereka juga meminta adanya penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah terjadi penyalahgunaan data atau kesalahan administratif dalam proses pencairan pinjaman.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Unit BRI Bunga Mayang maupun pihak cabang Bank BRI belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan penggunaan nama tujuh warga tersebut. Masyarakat kini menunggu langkah klarifikasi dan investigasi dari pihak terkait guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Diberitakan sebelumnya Tujuh orang warga Bunga Mayang mengaku menjadi korban dugaan penyalahgunaan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diproses melalui unit Bank BRI Bunga Mayang. Peristiwa itu disebut terjadi pada 19 Maret 2025.

Salah satu warga, SJ mengatakan bahwa dirinya bersama enam warga lainnya hanya diminta untuk menandatangani dokumen pencairan pinjaman. Namun, mereka mengaku tidak pernah menerima uang pinjaman maupun kartu ATM yang seharusnya menjadi akses untuk dana tersebut.

Baca Juga :  Satlantas Polres Lampung Utara Berikan Pelayanan Prima dan Sosialisasi E-Signal Kepada Wajib Pajak

Menurutnya saat proses pengajuan berlangsung mereka tidak mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai mekanisme pencairan dana KUR. Ia menyebutkan bahwa setelah menandatangani berkas, tidak ada dana yang diberikan kepada mereka.

“Waktu itu kami hanya diminta tanda tangan saja. Uangnya tidak pernah kami terima, ATM juga tidak ada,” kata SJ di amini suami nya MD saat dimintai keterangan. Senin (9/3/2026)

Masalah tersebut baru mencuat setelah pihak bank datang menagih pinjaman kepada ketujuh warga tersebut. Total pinjaman yang ditagihkan disebut mencapai sekitar Rp210 juta.

Para warga pun mengaku kaget karena merasa tidak pernah menerima manfaat dari pinjaman tersebut. Mereka menilai ada kejanggalan dalam proses pencairan kredit yang dilakukan.

SJ berharap pihak bank, khususnya pejabat yang memproses dan menyetujui pencairan pinjaman KUR tersebut, dapat bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa mereka.

“Kami berharap pejabat bank yang memproses pencairan itu bertanggung jawab, karena kami tidak pernah menerima uang pinjaman tersebut,” ujarnya.

Darwis/red

Berita Terkait

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda
Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung
Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.
Disambut Silat dan Payung Adat, Bupati Hamartoni Buka Dianpinru-Dianpinsat di Bandar Abung.
Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut
Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung
Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara
Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Ketua DPRD Lampura Tegaskan Komitmen Dukungan Legislatif untuk Pembinaan Generasi Muda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Kadis BPBD Lampura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Peserta Kemah di Bandar Abung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Bupati bersama Kapolres Lampung Utara Hadir, Pramuka Hebat Generasi Berkarakter.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Ferry Arif Ajak Warga Meriahkan Maragunta Cap Satu, Semarak HUT ke-27 Desa Putra Buyut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sambut Ribuan Pramuka, BPBD Lampura Salurkan Air Bersih ke Bandar Abung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Matangkan Pengamanan Dianpinru-Dianpinsat, Kades Bandar Abung Audiensi dengan Kapolres Lampung Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Antrean BBM SPBU Pernah Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Truk, Warga Resah Minta Ditertibkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Dugaan Mark-Up Rp9,9 Miliar Anggaran Swakelola Bapenda Lampung Timur Selama 2 Tahun Disorot

Berita Terbaru