Gus Rosikh Ingatkan Muktamar NU: Jangan Korbankan Persatuan Demi Perebutan Kepemimpinan
TRIBUNCHANNEL.COM-JOMBANG — Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’i Sarang, Rembang, KH Achmad Rosikh Roghibi (Gus Rosikh), mengajak seluruh warga Nahdliyin menghormati dan mendukung siapapun yang terpilih sebagai Rois Aam dan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU.
Menurut Gus Rosikh, hasil muktamar harus diterima dengan sikap sami’na wa atha’na sebagai bentuk kepatuhan terhadap keputusan forum tertinggi organisasi.
Ia menegaskan, menghormati pemimpin yang terpilih merupakan bagian dari akhlak kepesantrenan sekaligus upaya menjaga marwah, persatuan dan keutuhan jam’iyah NU.
Gus Rosikh juga mengingatkan agar dinamika muktamar tidak diwarnai polarisasi politik praktis maupun kepentingan materi. Menurutnya, NU harus kembali berpegang pada Khittoh 1926 dengan memperkuat peran pesantren dan para ulama.
“Siapapun yang terpilih sebagai Rois Aam PBNU dan Ketum Tanfidziyah PBNU harus berpihak pada kepentingan kiai, pondok pesantren dan kemaslahatan warga Nahdliyin,” tegas Gus Rosikh, Sabtu (29/8/2026).
Ia berharap kepemimpinan PBNU memasuki abad kedua mampu memiliki roadmap yang jelas, menjawab tantangan global, sekaligus tetap menjaga independensi NU.
Selain itu, pemimpin terpilih diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kebaikan, kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi masyarakat serta bangsa dan negara Indonesia.
Abin/Red



















