Solawatan Khaul Karimunjawa Satukan Spirit Religi, Budaya, dan Kebersamaan.
TRIBUNCHANNEL.COM-Jepara- Sabtu 9 Mei 2029, – Karimunjawa kembali menunjukkan jati dirinya yang tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai kawasan religius yang kaya akan nilai spiritual dan budaya masyarakat pesisir.
Malam ini, Alun-Alun Karimunjawa dipenuhi ribuan jamaah yang larut dalam suasana penuh kekhusyukan pada kegiatan bertajuk “Solawatan Khaul Kepulauan Karimunjawa.” Lantunan sholawat menggema dari daratan kepulauan, berpadu dengan semilir angin laut dan langit malam Karimunjawa yang tenang, menghadirkan suasana damai yang begitu menggetarkan hati.
Gema pujian kepada Nabi Muhammad SAW terdengar membahana, diiringi tabuhan rebana dan lantunan dzikir yang menciptakan harmoni indah antara keagungan alam Karimunjawa dan spiritualitas masyarakatnya. Cahaya lampu yang menerangi kawasan alun-alun semakin menambah syahdu malam penuh keberkahan tersebut.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Alkhidmah Cabang Karimunjawa berkolaborasi dengan Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah Jawa Tengah, serta Pengurus Daerah Kabupaten Jepara. Acara dipimpin oleh Kiyai Albadri dan dihadiri Sekretaris Pengurus Pusat Alkhidmah dari Surabaya, Ketua Pengurus Wilayah Jawa Tengah, Pengurus Daerah Kabupaten Jepara, serta Jamaah Alkhidmah se-Kecamatan Karimunjawa.
Ketua Pengurus Cabang Alkhidmah Karimunjawa, Ustadz H. Herman Egendi, menyampaikan bahwa Solawatan Khaul Kepulauan Karimunjawa menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjaga tradisi religius masyarakat kepulauan agar terus hidup di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan yang juga Pelaksana Harian (Plh.) Camat Karimunjawa, Muslikhan, menegaskan bahwa sholawat bukan hanya ungkapan cinta kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kekuatan spiritual yang mampu mempererat persaudaraan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Sholawat adalah pembuka keberkahan, penenang hati, dan penguat persaudaraan. Doa bersama malam ini adalah ikhtiar batin agar Allah SWT menjaga Karimunjawa dari segala marabahaya, melimpahkan rezeki, kesejahteraan, dan kemudahan dalam setiap langkah pembangunan,” ungkap Muslikhan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan menuju Jepara MULUS, yakni Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius.
Menurutnya, nilai religius harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan masyarakat Karimunjawa, terlebih sebagai kawasan wisata yang dikenal hingga mancanegara.
“Religius bukan sekadar slogan, tetapi penguatan nilai-nilai agama dan budaya dalam kehidupan masyarakat. Karimunjawa harus menjadi garda depan dalam menjaga persatuan, keamanan, kebersamaan, dan kelestarian budaya spiritual masyarakat pesisir,” tegasnya.

Warga yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Banyak di antara mereka berharap kegiatan religius seperti Solawatan Khaul Kepulauan Karimunjawa terus digelar sebagai penyejuk hati dan penguat identitas spiritual masyarakat kepulauan.
Malam Karimunjawa pun terasa begitu berbeda. Laut yang tenang, langit cerah, dan gema sholawat yang terus berkumandang seolah menjadi pesan bahwa di tengah pesatnya dunia pariwisata, nilai religius tetap hidup dan menjadi ruh kehidupan masyarakat Karimunjawa.
Petrus



















