Pesan Terakhir Zulmansyah kepada Adrianus Pusungunaung: Jabatan Silih Berganti, Torang Basudara

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 22:35 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Adrianus R. Pusungunaung (kiri) bersama Zulmansyah Sekedang (kanan) saat momen kebersamaan di sela-sela Kongres Persatuan Wartawan Indonesia.

 

TRIBUNCHANNEL.COM-Sulut — Kabar duka datang dari dunia pers nasional. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu, 18 April 2026, pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan, Jakarta, akibat serangan jantung.

Kepergian Zulmansyah tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga pesan terakhir yang membekas bagi insan pers, khususnya di Sulawesi Utara.

Bagi Adrianus R. Pusungunaung, almarhum bukan sekadar pejabat organisasi, melainkan sahabat sekaligus rekan seperjuangan dalam dinamika panjang tubuh PWI.

“Ada sejarah saya mengenal beliau, dan ada pesan tersendiri yang beliau sampaikan kepada saya sebelum meninggal,” ujar Adrianus, mantan Wakil Ketua PWI Sulut Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan periode 2021–2026.

Ia mengungkapkan, beberapa hari sebelum wafat, tepatnya pada Senin, 16 April 2026, Zulmansyah sempat menghubunginya melalui telepon. Dalam percakapan itu, terselip pesan penting tentang soliditas organisasi.

“Intinya bagaimana kita tetap solid menjaga marwah PWI,” kata Adrian.

Kedekatan Adrian dengan Zulmansyah terbangun sejak masa turbulensi organisasi, saat PWI dilanda dualisme kepengurusan.

Baca Juga :  Perkuat Infrastruktur SDA 2026, BWS Sulawesi I Manado Teken Kontrak Strategis Pengendalian Banjir dan Irigasi

Dalam situasi itu, Adrian mengaku menjadi satu-satunya Wakil Ketua PWI Sulut yang secara terbuka mendukung Zulmansyah dalam kubu Kongres Luar Biasa (KLB).

Ia bahkan sempat mendapat kepercayaan untuk membentuk struktur KLB di Sulawesi Utara. Namun, Adrian memilih tidak mengambil posisi strategis.

“Saya sempat diminta menjadi Plt Ketua PWI Sulut, tapi saya menolak. Saya lebih memilih mendukung saudara Vanny Loupatty, karena melihat track record dan jaringannya, saya yakin akan ada perubahan,” ungkapnya.

Ketika struktur organisasi mulai dibentuk, Adrian kembali diminta mengisi posisi Sekretaris maupun Bendahara.

Namun ia tetap menolak dan memilih bertahan sebagai Wakil Ketua, sembari merekomendasikan figur-figur yang dinilai memiliki komitmen kuat untuk berjuang bersama Zulmansyah.

Dinamika panjang itu akhirnya berujung pada rekonsiliasi. Dualisme PWI berhasil disatukan melalui Kongres Persatuan yang digelar di Cikarang, Jawa Barat, pada 30 Agustus 2025. Dalam kongres tersebut, Akhmad Munir terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030, sementara Zulmansyah Sekedang dipercaya menjabat Sekjen.

Adrian pun mengapresiasi sikap besar hati Ketua PWI Sulut saat itu, Voucke Lontaan, yang merangkul semua pihak pasca-konflik.

Baca Juga :  Kejati Sulut Terima Pengembalian Kerugian Negara Rp 2 Miliar Lebih dari Kasus Korupsi Proyek ISDB Unsrat

“Dia berjiwa besar. Sudah saya lawan dua kali dengan serangan yang sangat keras, tapi tetap dirangkul. Ini jarang terjadi di organisasi mana pun. Tapi itulah dinamika organisasi,” ujarnya.

Ia juga mengenang pernyataan Vanny Loupatty alias Maemossa Maemossa, dalam sebuah rapat daring PWI Pusat, yang menegaskan bahwa konflik bukan berasal dari daerah.

“Yang salah bukan kami di Sulut. Saya dan Voucke tidak ada masalah. Kami hanya menjalankan tugas dari PWI Pusat saat itu,” kata Adrian mengutip pernyataan tersebut.
Namun yang paling membekas adalah pesan terakhir Zulmansyah yang dikirim melalui WhatsApp, menjelang akhir hayatnya.

“Jabatan bertukar silih berganti, persahabatan dan silaturahmi sampai mati… Torang basudara.”

Pesan sederhana itu kini menjadi pengingat kuat tentang nilai persahabatan, loyalitas, dan kebersamaan dalam organisasi.

“Saya tidak akan pernah melupakan pesan itu sampai mati,” tutur Adrian dengan suara bergetar.

Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan duka mendalam sekaligus rasa terima kasih kepada almarhum.

“Saya pribadi turut berdukacita dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kebaikan almarhum. Selamat jalan, Bapak Sekjen,” tutupnya.

Stefanus/Red

Berita Terkait

OJK dan Bank SulutGo Perkuat Literasi Keuangan Nelayan di Perbatasan Utara NKRI
Putra Tomohon Jerrold HY Kumontoy Ukir Prestasi Nasional Jadi Komandan Upacara Penurunan Bendera
Jangan Benci Indonesia Karena Marah Kepada Penguasa
Polemik Perekrutan Perangkat Desa Makalu Memanas, Jelyta. K “Jadi Apa Desa Jika Oknum Pelakor Ikut Dilantik
HUT RI Ke-81 — 17 Agustus 2026 kali ini mengangkat tema: “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Sulut Maju atau Mundur? Isu Lingkaran Kekuasaan Guncang Kepercayaan Publik
Vanda Rantung Pimpin Srikandi Jaga Desa ABPEDNAS Minahasa Tenggara
OJK, Bank SulutGo dan Pemkot Bitung Bersinergi Majukan Perikanan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:32 WIB

OJK dan Bank SulutGo Perkuat Literasi Keuangan Nelayan di Perbatasan Utara NKRI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:17 WIB

Putra Tomohon Jerrold HY Kumontoy Ukir Prestasi Nasional Jadi Komandan Upacara Penurunan Bendera

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Jangan Benci Indonesia Karena Marah Kepada Penguasa

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Polemik Perekrutan Perangkat Desa Makalu Memanas, Jelyta. K “Jadi Apa Desa Jika Oknum Pelakor Ikut Dilantik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:04 WIB

HUT RI Ke-81 — 17 Agustus 2026 kali ini mengangkat tema: “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:05 WIB

Sulut Maju atau Mundur? Isu Lingkaran Kekuasaan Guncang Kepercayaan Publik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:50 WIB

Vanda Rantung Pimpin Srikandi Jaga Desa ABPEDNAS Minahasa Tenggara

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:09 WIB

OJK, Bank SulutGo dan Pemkot Bitung Bersinergi Majukan Perikanan

Berita Terbaru