Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-10 Koperasi Produsen Bangun Jaya (Kopsen Baja) resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koprindag)
TRIBUNCHANNEL.COM –Nagekeo – Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-10 Koperasi Produsen Bangun Jaya (Kopsen Baja) resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koprindag) Kabupaten Nagekeo, Andreas Ndona, pada Rabu, 16 Juli 2025. RAT ini menjadi tonggak penting perjalanan koperasi yang lahir dari rahim perjuangan kelompok tani legendaris, Nesi Susa, yang telah berdiri hampir lima dekade.
Dalam sambutannya, Andreas Ndona menyampaikan apresiasi atas ketangguhan dan konsistensi para petani dalam menjaga semangat gotong royong serta membangun koperasi sebagai wadah perjuangan ekonomi rakyat.
“Hidup adalah keputusan. Jangan ragu mengambil keputusan besar demi kemajuan,” tegasnya, sembari mendorong Kopsen Baja untuk berpikir visioner dan keluar dari pola simpan-pinjam menuju produksi nyata dan berkelanjutan.
Warisan Tani, Spirit Armada Ketua Kopsen Baja, Nobertus Logo, memaparkan perjalanan historis koperasi yang berakar dari kelompok tani generasi pertama hingga berkembang menjadi koperasi produsen yang kuat.

“Tanah adalah ibu kita. Jika tanah sehat, maka tanaman juga akan tumbuh sehat,” ujarnya penuh semangat.
Koperasi ini, kata Nober, memiliki dua misi utama:
Armada Perang — lambang semangat kerja keras dalam mengolah lahan,
Armada Dagang — peran koperasi dalam distribusi dan pemasaran hasil pertanian.
Ia juga mengungkap berbagai pencapaian koperasi, antara lain:
Memiliki dua unit alsintan (alat dan mesin pertanian) bantuan pemerintah,
Usaha Rice Milling Unit (RMU) yang menghasilkan Rp30–40 juta per tahun,
Bantuan ternak sapi sebanyak 15 ekor dari Dinas Peternakan dan 10 ekor dari Yayasan Mandiri yang kini berkembang menjadi 39 ekor, Sinergi Lintas Dinas, Dukung Petani Tangguh.
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Primus Nuwa, memberikan apresiasi atas soliditas Kopsen Baja. “Kelompok ini sehat secara keuangan, sehat pengurus, dan sehat kelompoknya,” katanya.
Dinas Pertanian, lanjut Primus, berkomitmen memberikan dukungan melalui penyediaan sarana dan prasarana, termasuk alsintan dan penguatan kelompok tani milenial sebagai bagian dari upaya menuju kemandirian pangan nasional.
Dukungan juga datang dari Dinas Peternakan, yang mendorong program Paronisasi Sapi dan Inseminasi Buatan (IB) sebagai program unggulan Pemerintah Daerah. Dalam RAT tersebut, disampaikan pula adanya bantuan IB dengan anggaran Rp200.000 per ekor dan dorongan pemanfaatan pematang sawah sebagai pakan alami, Menuju Pesta Emas: Cermin Ketangguhan Petani Nagekeo.
RAT ke-10 ini tidak sekadar forum evaluasi tahunan, melainkan menjadi momentum menuju Pesta Emas 50 Tahun Kelompok Tani Nesi Susa pada 2026.
Sebagai kelompok tani yang bertahan dan terus tumbuh selama hampir setengah abad, Nesi Susa dan Kopsen Baja diharapkan menjadi ikon keberhasilan pertanian rakyat di Nagekeo, NTT, dan tingkat nasional.
Dengan semangat inovatif, solidaritas kuat, dan dukungan lintas sektor, RAT ke-10 ini menandai babak baru perjalanan koperasi dan kelompok tani menuju kemandirian dan kesejahteraan berkelanjutan.
Red – Max Mare



















