Pria di Aceh Tamiang Dibacok, Polres Langsa Selidiki Dugaan Penganiayaan Berat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 22:37 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim satreskrim polres Langsa dalam penyelidikan peniayaan berat

TRIBUNCANNEL.COM – Kota Langsa – Kepolisian Resor (Polres) Langsa tengah menyelidiki kasus dugaan penganiayaan berat dan pengeroyokan terhadap seorang pria berinisial BH (35), warga Dusun Nyiur, Desa Seunebok Cantek, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.

 

Kapolres Langsa AKBP Mughi Prasetyo Habrianto melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Hasbi mengatakan, perkara tersebut telah dilaporkan dengan nomor LP/B/402/VIII/2025/SPKT/POLRES LANGSA/POLDA ACEH, tertanggal 20 Agustus 2025. Polisi menjerat kasus ini dengan Pasal 351 ayat (2) jo Pasal 170 KUHP.

Baca Juga :  Pemko Langsa Gelar Rembuk Stunting 2025, Wujudkan Komitmen Bersama Cegah Stunting Sejak Dini

 

“Korban mengalami luka bacok cukup serius di wajah dan tangan akibat serangan menggunakan parang oleh terlapor,” ujar Hasbi, Rabu (20/8/2025).

 

Insiden itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di sebuah pondok tambak milik warga. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga diserang N alias Wak Yes (50), warga Dusun Manggis, desa yang sama.

 

Ayah korban, S (65), yang mendapat informasi dari saksi, langsung menuju lokasi bersama putranya FM (18). Sesampainya di pondok, korban ditemukan tergeletak dengan luka parah di wajah sebelah kiri dekat telinga serta tiga robekan pada tangan kiri.

Baca Juga :  LSM KCBI Laporkan Dugaan Kredit Fiktif di BPR BKK Pekalongan, Warga Jadi Korban "Pinjaman Siluman"

 

Korban sempat dibawa ke Puskesmas Manyak Payed sebelum dirujuk ke RSUD Langsa. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif dan disebut mengalami trauma akibat peristiwa tersebut. Polisi juga mengamankan sebilah parang yang diduga digunakan pelaku.

 

Kasat Reskrim menegaskan, penyidik telah memeriksa pelapor, saksi-saksi, serta melakukan visum terhadap korban. “Kasus ini masih dalam penyelidikan. Motif sementara diduga dipicu pertengkaran dan ancaman yang sering terjadi antara korban dan terlapor, ”kata Hasbi.

(Wan Atjeh)

Berita Terkait

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara
Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih
Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI
Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor
PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar
Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa
Panggung Banjarmasin Berhasil Ditaklukkan, My One Band Siap Lanjut ke Palangkaraya
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Dituding Selewengkan Dana BOSP Rp2,4 Miliar, Kepsek SMKN 1 Kalianda Buka Suara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dugaan Aktivitas PETI Firman Pakaya Berjalan Lancar, Penertiban Jangan Tebang Pilih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Padang Panjang Ikuti Pembahasan Optimalisasi Aset dan BUMD Bersama Komisi II DPR RI

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Porprov Sumbar XVI Dibuka, Padang Panjang Turunkan 174 Atlet di 24 Cabor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:03 WIB

PS Pasbar Tahan Imbang Tanah Datar 1-1 di Porprov XVI Sumbar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC GRIB Jaya Way Kanan Ajak Kader Rawat Persatuan Bangsa

Selasa, 29 September 2026 - 18:50 WIB

Panggung Banjarmasin Berhasil Ditaklukkan, My One Band Siap Lanjut ke Palangkaraya

Berita Terbaru