Siswa SMP Negeri 1 Padang Panjang Diduga Dianiaya Lima Kakak Kelas, Orangtua Lapor Polisi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orangtua Lapor Polisi,Siswa SMP Negeri 1 Padang Panjang Diduga Dianiaya Lima Kakak Kelas

TRIBUNCHANNEL.COM–Padang Panjang — Seorang siswa kelas VII SMP Negeri 1 Padang Panjang berinisial FR (14) diduga mengalami kekerasan yang melibatkan lima siswa kelas VIII sekolah tersebut. Peristiwa itu dilaporkan terjadi di Gang Garuda, Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan orangtua FR ke Polres Padang Panjang pada Kamis (1/10/2026) pukul 12.17 WIB.

Kepala SPKT Pamapta II Polres Padang Panjang, IPDA Albert Hertanto Simamora, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, peristiwa tersebut telah dilaporkan orangtua anak tersebut kepada kami,” kata Albert saat ditemui wartawan di Polres Padang Panjang, Kamis (1/10/2026).

Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/154/IX/2026/SPKT Polres Padang Panjang/Polda Sumatera Barat.

Berdasarkan uraian dalam laporan polisi, FR sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah ketika didatangi lima kakak kelasnya di kawasan Gang Garuda.

Salah seorang siswa disebut mengajak FR berkelahi. Namun, korban menolak ajakan tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan, siswa tersebut kemudian diduga menendang kemaluan korban dan melakukan pemukulan berulang pada bagian perut dan kepala korban. Setelah kejadian, kelima siswa tersebut disebut meninggalkan lokasi.

Baca Juga :  Paripurna DPRD, Pemko Sampaikan Nota Keuangan RAPBD 2027 dan Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah

Akibat peristiwa tersebut, korban disebut mengalami memar pada sejumlah bagian tubuh dan keluhan pada telinga sebelah kanan.

Korban Mendapat Penanganan Medis

Orangtua FR mengatakan anaknya sempat dibawa ke Rumah Sakit di Padang Panjang setelah kejadian. Setelah kembali ke rumah, kondisi korban kembali mengalami keluhan sehingga pada hari berikutnya FR dibawa kembali ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setelah dibawa ke Rumah Sakit kondisinya mulai membaik. Namun, masih ada keluhan pada bagian kepala dan telinganya,” ujar orangtua FR kepada wartawan, Kamis (1/10/2026) pagi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang, Nasrul, S.H., M.Si., saat dihubungi Kamis pagi mengatakan pihaknya telah mengetahui kejadian tersebut.

Nasrul mengatakan korban saat ini masih mendapatkan penanganan.

Pada Kamis (1/10/2026), saat wartawan berada di kediaman FR, sejumlah guru, termasuk Kepala SMP Negeri 1 Padang Panjang, terlihat datang menjenguk korban.

Baca Juga :  MAN 1 Padang Panjang Gelar Milad ke-58 dan GCC 2026, Diikuti Peserta Lintas Provinsi

Peristiwa Disebut Direkam

Orangtua FR juga menyebut peristiwa tersebut diduga direkam oleh salah seorang siswa menggunakan telepon seluler.

Menurut informasi yang disampaikan kepada keluarga, rekaman tersebut kemudian diminta oleh seorang guru untuk dikirimkan kepadanya. Video itu disebut telah diperlihatkan kepada orangtua siswa yang terlibat dan ibu korban.

Namun, ketika ayah FR meminta rekaman tersebut kepada guru yang bersangkutan, video tersebut disebut tidak diberikan.

Polisi Terima Laporan

Dalam laporan polisi, perkara tersebut dilaporkan sebagai dugaan tindak pidana terkait perlindungan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam laporan tersebut, pihak yang dilaporkan masih berstatus dalam penyelidikan (lidik).

Polisi akan mendalami laporan tersebut, termasuk kronologi kejadian, keterangan korban dan saksi, serta bukti-bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan dari Polres Padang Panjang maupun penjelasan resmi dari pihak SMP Negeri 1 Padang Panjang terkait dugaan kekerasan tersebut.

Roni/Red

Berita Terkait

GPM Kembali Digelar, Pemko Sediakan Komoditas Pangan Harga Terjangkau
Perkuat SPIP, Wako Hendri Arnis Minta OPD Pahami Manajemen Risiko
Wako Hendri Arnis Tinjau Pembangunan Huntap, 10 Unit Ditargetkan Rampung November
Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan
MAN 1 Padang Panjang Gelar Milad ke-58 dan GCC 2026, Diikuti Peserta Lintas Provinsi
Percepatan Rehabilitasi Pascabencana, Pemko Ikuti Arahan Satgas PRRP

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:04 WIB

GPM Kembali Digelar, Pemko Sediakan Komoditas Pangan Harga Terjangkau

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Perkuat SPIP, Wako Hendri Arnis Minta OPD Pahami Manajemen Risiko

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Wako Hendri Arnis Tinjau Pembangunan Huntap, 10 Unit Ditargetkan Rampung November

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Siswa SMP Negeri 1 Padang Panjang Diduga Dianiaya Lima Kakak Kelas, Orangtua Lapor Polisi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Wako Hendri Arnis Tinjau Lokasi Kecelakaan, Perkuat Langkah Pencegahan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 24 September 2026 - 17:28 WIB

MAN 1 Padang Panjang Gelar Milad ke-58 dan GCC 2026, Diikuti Peserta Lintas Provinsi

Kamis, 24 September 2026 - 06:14 WIB

Percepatan Rehabilitasi Pascabencana, Pemko Ikuti Arahan Satgas PRRP

Berita Terbaru