Polemik Tambang Pakis Kendal: Warga Sebut Aksi Penolakan Tidak Representatif dan Memutus Mata Pencaharian

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:06 WIB

Ikuti Medsos Kami :

instagram youtube tiktok
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik Tambang Pakis Kendal: Warga Sebut Aksi Penolakan Tidak Representatif dan Memutus Mata Pencaharian

 

TRIBUNCHANNEL.COM–KENDAL – Gelombang keberatan muncul dari masyarakat Dusun Pakis, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, terkait pemberitaan penutupan aktivitas tambang di wilayah mereka. Warga menilai informasi yang beredar sebelumnya cenderung sepihak dan tidak mencerminkan suara mayoritas penduduk. Sebaliknya, kehadiran tambang tersebut justru dianggap sebagai tumpuan ekonomi yang memberikan lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

Warga menegaskan bahwa aksi unjuk rasa yang menuntut penutupan tambang beberapa waktu lalu hanya dilakukan oleh segelintir oknum. Muncul dugaan kuat adanya keterlibatan massa dari luar wilayah Dusun Pakis yang ikut campur dalam aksi tersebut.

Sebagai contoh, warga menunjuk sosok berinisial K yang diketahui merupakan warga Dusun Krajan, bukan warga asli Dusun Pakis.

“Yang demo itu bukan mewakili seluruh warga Pakis. Banyak warga justru tidak tahu-menahu soal aksi tersebut,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat, Kamis (14/5/2026).

Kegaduhan ini semakin meruncing karena keterlibatan oknum yang mengklaim sebagai Ketua RW. Faktanya, warga mengungkapkan bahwa oknum tersebut sudah tidak lagi menjabat karena telah mengundurkan diri secara resmi. Pengurus RT dan RW aktif di wilayah tersebut justru mengaku tidak pernah diajak berkomunikasi maupun dimintai pendapat terkait aksi penolakan tersebut.

Baca Juga :  Mengendarai Motor, Danrem Periksa Semua Hasil Pengerjaan Sasaran Fisik TMMD

Pada Rabu(13/5/2026), puluhan warga mendatangi kediaman saudara K di Dusun Krajan. Ia dituding sebagai provokator di balik narasi “tambang ilegal” yang viral di media daring. Warga merasa pemberitaan tendensius tersebut telah memutus mata pencaharian mereka tanpa memberikan solusi alternatif.

Berdasarkan aspirasi di lapangan, berikut adalah tiga dampak utama yang dirasakan masyarakat:

Hilangnya Pendapatan: Sebagian besar warga bergantung pada aktivitas tambang untuk memenuhi kebutuhan pokok di tengah sulitnya kondisi ekonomi.

Keresahan Sosial: Pemberitaan yang dianggap tidak akurat telah memicu perpecahan antarwarga yang selama ini hidup harmonis.

Tuntutan Solusi: Warga mendesak agar jika penutupan dilakukan secara permanen, pihak terkait wajib menyediakan lapangan pekerjaan pengganti yang sepadan.

“Sekarang setelah ditutup, banyak warga kehilangan pendapatan. Kegiatan itu membantu masyarakat untuk sekadar bisa makan. Kami warga Dusun Pakis benar-benar kehilangan pekerjaan,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Pos Kamling Hasil TMMD, Ini Tanggapan Anggota Linmas

Tanggapan Kepala Desa Sidomukti Menanggapi polemik ini, Kepala Desa Sidomukti saat di hubungan awak media lewat WA pada hari selasa 19/5/2026. Menjelaskan, Saya menyayangkan terjadinya kegaduhan yang seharusnya bisa diselesaikan melalui jalur musyawarah. Terkait status operasional tambang, Kepala Desa memberikan pandangan yang pragmatis demi kesejahteraan warganya.

“Terkait adanya tambang di Dusun Pakis, saya tidak dalam kapasitas mengizinkan atau melarang. Yang terpenting bagi saya adalah warga bisa bekerja untuk menafkahi keluarga, apalagi itu adalah tanah pribadi, bukan tanah negara,” tegasnya. Terkait urusan perizinan, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penambang.

Sebagai penutup, Kepala Desa berharap masyarakat Dusun Pakis dan pihak-pihak terkait dapat menahan diri dan mengedepankan asas musyawarah mufakat. Warga menginginkan situasi yang kondusif tanpa adanya provokasi yang merugikan stabilitas ekonomi dan kerukunan desa, “pungkasnya.

Suroto/Red

Berita Terkait

Bupati Dyah Kartika Meninjau Rumah Warga Yang Mendapatkan Program Bedah Rumah HUT PMI Kendal
HUT RI ke 81, Pers Menyatakan Kecewa Terhadap Intimidasi, Kekerasan dan Menghalangi Peliputan, Negara Wajib Melindungi
Pertalite di SPBU 44-513-25 Caruban Gemuh Mendadak “Hilang” Wartawan Duga Mesin Sengaja Dimatikan
Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq Mengajak Warga Maknai HUT ke-81 RI, Dorong Kendal Menuju Berdikari
DPRD Kendal Gelar Rapat Paripurna, Simak Pidato Kenegaraan Prabowo
Ramadan 1447 H, Polres Kendal Bagikan 525 Paket Zakat Fitrah untuk Masyarakat
TMMD Di Tutup, Jembatan Di Dusun Tempuran Mulai Di Gunakan Warga
Mengendarai Motor, Danrem Periksa Semua Hasil Pengerjaan Sasaran Fisik TMMD

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:50 WIB

Bupati Dyah Kartika Meninjau Rumah Warga Yang Mendapatkan Program Bedah Rumah HUT PMI Kendal

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:12 WIB

HUT RI ke 81, Pers Menyatakan Kecewa Terhadap Intimidasi, Kekerasan dan Menghalangi Peliputan, Negara Wajib Melindungi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:54 WIB

Pertalite di SPBU 44-513-25 Caruban Gemuh Mendadak “Hilang” Wartawan Duga Mesin Sengaja Dimatikan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq Mengajak Warga Maknai HUT ke-81 RI, Dorong Kendal Menuju Berdikari

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:27 WIB

DPRD Kendal Gelar Rapat Paripurna, Simak Pidato Kenegaraan Prabowo

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:06 WIB

Polemik Tambang Pakis Kendal: Warga Sebut Aksi Penolakan Tidak Representatif dan Memutus Mata Pencaharian

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:49 WIB

Ramadan 1447 H, Polres Kendal Bagikan 525 Paket Zakat Fitrah untuk Masyarakat

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:52 WIB

TMMD Di Tutup, Jembatan Di Dusun Tempuran Mulai Di Gunakan Warga

Berita Terbaru