Kepala Dinsos Kabupaten Madiiun Supriyadi mendampingi Bupati Madiun Hari Wuryanto menanam pohon simbol dimulainya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1di Kabupaten Madiun pada (31/7/2026)
TRIBUNCHANNEL.COM- MADIUN-
Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial menggelar Launching dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Sekolah Rakyatv(SR) 1 Terintegrasi, ini merupakan bukti bahwa pemerintah hadir dalam rangka memutus rantai kemiskinan antar generasi.
Komitmen itu disampaikan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah / MPLS dan Penetapan Calon Siswa di Aula SRT 1 Kabupaten . Madiun, Jumat 31 Juli 2026 dengan tema “Menanam Harapan, Menumbuhkan Masa Depan Melalui Sekolah Rakyat”
Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran Dinsos Kabupaten Madiun menyatakan dukungan penuh terhadap program strategis Kementerian Sosial RI ini. Pada tahap awal, 361 siswa dari Kabupaten Madiun dan Ponorogo resmi ditetapkan. Dengan konsep pendidikan, asrama, dan makan 100% gratis, Pemkab menargetkan siswa SRT 1 keluar dari status Desil 1 dan menjadi generasi pengentas kemiskinan di keluarganya.
Dalam sambutannya, Bupati Hari Wuryanto menyampaikan terima kasih kepada Kemensos RI yang memberikan kepercayaan kepada Madiun untuk mengoperasikan SRT 1, Ia menjelaskan dampak strategis sekolah ini terhadap pengentasan kemiskinan daerah.

“Begitu anak-anak masuk ke sini, secara otomatis mereka keluar dari beban Desil 1 karena seluruh kebutuhannya sudah terpenuhi negara. Bahkan, tidak hanya anak-anaknya, rumah keluarganya pun kelak akan kita bantu perbaiki. Setelah mereka lulus dan bekerja, mereka siap menjadi tulang punggung keluarga untuk mengentaskan kemiskinan secara permanen,” ungkap Bupati Hari Wuryanto.
Menurutnya sekolah rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh anak Indonesia untuk mengenyam pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
“Ingatlah, keberhasilan seseorang tidak ditentukan darimana dia berasal, tetapi dari kemauan untuk belajar, bekerja keras dan tidak mudah menyerah. Jadikan sekolah ini menjadi rumah kedua, tempat kalian bertumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri, berakhlak mulia,dan berdaya saing,” pesannya.
Pemerintah Daerah juga akan terus memantau perkembangan harian di lapangan bersama dinas terkait, kepala sekolah, serta ketua asrama agar pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kualitas belajar siswa berjalan sesuai harapan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun Supriyadi menegaskan Dinsos berada di garda terdepan mengawal program ini hingga tuntas, ini sekolah Para Juara untuk Indonesia Emas.
“Sekolah Rakyat ini bukan charity atau belas kasihan. Ini investasi SDM jangka panjang yang semua 100% gratis, Mulai pendidikan, asrama, makan 3 kali sehari, seragam, buku, sampai pembinaan karakter. Orang tua tidak dipungut biaya sepeserpun,” tegas Supriyadi.
Supriyadi menjelaskan 361 siswa gelombang pertama telah melalui seleksi ketat dari data DTKS desil 1 dan 2. Rinciannya sekitar 257-259 siswa asal Kabupaten Madiun* dan 90 siswa dari Kabupaten Ponorogo untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Tugas kami di Dinsos tidak berhenti di penetapan ini. Kami akan dampingi anak-anak 24 jam. Kita bentuk disiplin, kemandirian, dan mental juaranya. Target kami, 10-15 tahun ke depan lahir alumni SRT 1 yang jadi ASN, Dokter, Guru, dan Pengusaha yang mengangkat nama Madiun,” lanjutnya.
Sementara Direktur Rehabilitasi Sosial Kemensos RI Rachmat Koesnadi menyampaikan MPLS digelar serentak di hampir 50 SRT se-Indonesia
Untuk hunian asrama penuh / full boarding di Madiun dijadwalkan 10-15 Agustus 2026 untuk memastikan sarana penunjang seperti air bersih dan sanitasi 100% aman.
“Ruang kelas dan asrama sudah 95% siap. Kami utamakan keamanan dan kenyamanan anak sebelum dihuni,” terang Rachmat.
Terkait SDM, Kemensos bersama BKN Pusat sedang proses seleksi 50-70 tenaga pendidik dan tendik, dengan prioritas putra daerah. Konsep SRT juga menganut prinsip multi-entry dan multi-action sehingga pembelajaran bersifat adaptif.
Dengan sinergi Pemkab, Kemensos, dan Dinsos Kabupaten Madiun, SRT 1 ditargetkan menjadi percontohan nasional pendidikan gratis berbasis asrama.
(Juned/ Red)



















