Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agu Sucipto mendampingi Bupati Madiun dan Wakil Bupati Madiun dalam acara pembinaan Kepala Sekolah tentang Optimalkan 5 Hari Masuk sekolah
TRIBUNCHANNEL.COM- MADIUN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun tancap gas benahi tata kelola pendidikan. Lewat kegiatan pembinaan kepala sekolah, Jumat (16/10/2026), Dinas Pendidikan memaparkan tiga program prioritas: penguatan pendidikan karakter, optimalisasi 5 hari sekolah, dan penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Untuk program 5 hari sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun fokus pada pembentukan karakter agar siswa tidak hanya unggul akademik, tapi juga bermoral.
Guna mewujudkan itu, Dinas Pendidikan menggandeng semua pihak, mulai dari Kementerian Agama, guru Madrasah Diniyah (Madin), hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menjelaskan, Dinas Pendidikan merancang program khusus. Bagi siswa Muslim melalui “Gerakan Ayo Mengaji” sementara bagi siswa non-Muslim melalui kolaborasi dengan Kemenag dan FKUB.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar saja, tetapi juga harus berkarakter. Karena itu kami gandeng semua stakeholder, dari Kemenag sampai guru-guru Madin dan FKUB. Ini harus jadi budaya sejak dini,” tegas Bupati Hari Wuryanto.
Program ini sudah berjalan dan akan diterapkan masif semester depan.
Selain karakter, Dinas Pendidikan juga kebut penanganan ATS. Data terkini mencatat sekitar 3.000 anak tidak sekolah. Berkat metode tracing di lapangan, Dinas Pendidikan berhasil mengembalikan 280 anak ke bangku sekolah.
Bupati menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama seluruh kepala sekolah untuk menyisir wilayah masing-masing.
“Seluruh kepala sekolah punya tanggung jawab tracing di wilayahnya. Mana saja anak yang tidak sekolah, harus segera kita atasi agar mereka dapat hak pendidikannya,” pungkasnya.
Juned/Red



















