Foto bersama Kegiatan Disnakerin dihari kedua pendampingan pembuatan E-Commerce berupa akun Tiktok dan Shopee
TRIBUNCHANNEL.COM–MADIUN– Komitmen Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun dalam mencetak IKM naik kelas tak main-main. Memasuki hari kedua, Rabu (21/10/2026) kegiatan “Membangun IKM Industri Kecil Menengah) Berbasis E-Commerce Menuju Pasar Global” yang diselenggarakan diruang rapat lantai 3 Dispendukcapil ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.
Jika hari pertama fokus pada teori dan mindset digital, hari kedua ini lebih pada praktik setup toko online, strategi konten, hingga trik agar produk dilirik pasar global.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto, S.STP,.M.H mengapresiasi semangat peserta yang tetap full hingga hari kedua.
“Hari kedua ini adalah pembuktian. Kami tidak ingin pelatihan hanya seremonial. Hari ini peserta langsung praktik setup E-Commerce, bagaimana foto produk yang menarik, cara menulis deskripsi, dan cara membaca algoritma marketplace,” ujar Arik.
Menurutnya, IKM Madiun memiliki potensi besar, dari sektor kuliner, fashion, hingga kerajinan. Yang dibutuhkan adalah pendampingan konsisten agar tidak gagap teknologi.
“Target kami jelas, setelah dua hari ini, semua peserta punya toko online yang aktif dan siap jualan. Disnakerin akan kawal terus, Madiun harus punya IKM yang dari desa tapi omzetnya mendunia,” tegasnya.
Lebih jauh, Arik berharap besar setelah kegiatan ini tidak berhenti sebagai laporan saja, tapi para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh sehingga memberikan dampak nyata bagi perkembangan usahanya.
“Harapan kami setelah acara ini tidak ada lagi IKM yang gaptek. Semua peserta wajib punya toko online yang aktif dan IKM Madiun omzetnya naik minimal 50 persen dari jalur online dan mampu menembus pasar global melalui program ekspor via E-commerce, “harapnya.
Digitalisasi bukan sekedar mengikuti tren, melainkan langkah penting agar IKM lokal mampu naik kelas. Dengan sinergi pemerintah dan pelaku usaha, produk-produk Kabupaten Madiun semakin kompetitif, memiliki nilai tambah dan mampu menebus pasar yang lebih luas.
Jnd/Red



















