Keterangan Foto: Sejumlah alim ulama, pengasuh pesantren, dan tokoh undangan mengikuti kegiatan Liwetan Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, Kamis (29/10/2026)
TRIBUNCHANNEL.COM–JOMBANG – Nuansa keakraban, kebersamaan, dan kekeluargaan menyelimuti Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang dalam gelaran silaturahmi dan Liwetan Akbar memperingati Hari Santri Nasional (HSN) pada kamis 29/10/2026 malam. Kegiatan yang dihadiri para alim ulama, pengasuh pesantren, tokoh masyarakat, jajaran pemerintahan, serta berbagai elemen masyarakat ini menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus merawat tradisi luhur pesantren.
Tidak sekadar berkumpul dan makan bersama, Liwetan Akbar tersebut menjadi ruang silaturahmi lintas generasi. Para kiai, santri, tokoh masyarakat hingga unsur pemerintah tampak menyatu dalam suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya KH Rohmatul Akbar atau akrab disapa Gus Bang, Yai Kholil, Gus Mamik, Gus Zuem, Gus Afifudin, Yai Solahudin dari Denanyar, Yai Hasan selaku Rais Syuriyah, KH Fahmi selaku Ketua Tanfidziyah, Asisten I Pemkab Jombang Drs. Purwanto, M.K.P., Yai Ilham selaku Kepala Kantor Kementerian Haji, Kepala Kantor Kemenag Muhajir, perwakilan Kejaksaan dan Polres Jombang, serta Fatayat, Banser dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Asisten I Pemkab Jombang, Drs. Purwanto, M.K.P., menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya Liwetan Akbar. Apresiasi serupa disampaikan Fahmi Abdullah dari Tebuireng yang mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan menjaga kebersamaan.
Suasana semakin khidmat saat Yai Kholil selaku shohibul bait menyampaikan mauidhoh hasanah. Dengan penuh rasa syukur, ia mengungkapkan kebahagiaannya atas banyaknya tamu yang datang ke Darul Ulum sejak 22 hingga 29 Oktober 2026.
Menurutnya, kehadiran para tamu merupakan keberkahan tersendiri bagi keluarga besar pesantren.
“Rasulullah SAW dawuh, tamu itu datang membawa rezeki dan pulang membawa doa. Itulah yang kami harapkan, bukan yang lain-lain,” ungkap Yai Kholil.
Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk turut mendoakan keberlangsungan Pondok Pesantren Darul Ulum yang telah berdiri sejak 1885, dirintis Mbah Yai Tamim Irsyad bersama menantunya, KH Kholil Al Juraimi.
Perjalanan panjang pesantren tersebut, lanjutnya, merupakan warisan perjuangan para pendahulu yang kini diteruskan oleh generasi anak cucu. Karena itu, doa dan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan perjuangan pesantren.
Dalam tausiyahnya, Yai Kholil turut mengingatkan besarnya peran ulama dan kalangan pesantren dalam perjalanan bangsa. Ia menyinggung perjuangan Nahdlatul Ulama serta Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari yang menjadi bagian penting sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa liwetan bukan sekadar tradisi makan bersama. Di balik kesederhanaannya, terdapat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap budaya leluhur. Tradisi masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun itu kemudian dirawat pesantren dengan sentuhan nilai-nilai keislaman melalui tahlil dan istighosah.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tiga kiai, salah satunya Gus Afifudin. Usai doa, seluruh tamu undangan mengikuti ramah tamah dan makan liwetan bersama dalam suasana penuh keakraban.
Melalui Liwetan Akbar ini, Darul Ulum Jombang kembali menegaskan bahwa pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang merawat persaudaraan, menjaga tradisi, dan menanamkan nilai kebersamaan bagi generasi penerus bangsa.
Abin/Red



















