Setelah Viral, Penjualan Miras Ciu di Kelurahan Muktiharjo Kidul Pedurungan Kota Semarang Ditutup Petugas Gabungan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 April 2024 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lurah Muktiharjo Kidul Sofia Ernawati SE MM, bersama Ketua RW, tokoh masyarkat, Babinsa dan Babinkamtibmas mendatangi lokasi pejualan miras.

TRIBUNCHANNEL.COM – KOTA SEMARANG – Berdasarkan laporan dan keresahan masyarakat dari berita dan media sosial yang viral tentang adanya penjualan miras jenis ciu di wilayah Kelurahan Muktiharjo Kidul, warga mendesak kepada tokoh masyarakat dan aparat agar segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan dan menutup penjualan miras diwilayah tersebut, Selasa 23 April 2024.

 

Sebelumnya beberapa waktu yang lalu, ramai beredar berita dibeberapa media online dan medsos yang membahas adanya penjualan miras jenis ciu di wilayah Kelurahan Muktiharjo Kidul. Beberapa warga meminta tokoh masyarakat dan aparat agar bertindak menutup dan menghentikan peredaran miras tersebut.

 

Ketua RW (Bandi) dan tokoh masyarakat setempat, sudah berulang kali menasehati dan meminta kepada penjual miras untuk berhenti dan menutup permanen karena desakan semua warga. Menurut warga efek dari miras akan menimbulkan kegiatan negatif yang sangat tidak dinginkan.

 

“Saya sudah mendatangi penjual dan berulang kali memberikan nasehat serta meminta agar penjualan miras segera menutup dan menghentikan penjualan miras secara permanen. ”kata Bandi.

Baca Juga :  Emak-emak Medan Kesal, Air PDAM Tirtanadi Satu Minggu Lebih Mati Total

 

Bandi mengatakan saat ini masalah miras ini sudah diserahkan dan ditangani oleh pihak berwajib. Pihak berwajib sudah menutup tempat penjualan dengan memasang pita police line.

 

Lurah Muktiharjo Kidul Sofia Ernawati SE MM, tokoh masyarkat, Babinsa dan Babinkamtibmas sudah mendatangi dan memastikan tempat tersebut sudah ditutup dan berharap tidak ada aktivitas jual beli miras lagi.

 

Seperti yang disampaikan Kepala Perwakilan Jawa Tengah & DIY radarbangsa.co.id Oki Rinenggo Basuki, bahwa media sebagai kontrol sosial masyarakat dan pemerintah, Media juga sangat mendukung warga dan membantu pemerintah dalam menegakan kebenaran termasuk memberantas peredaran miras.

Media akan selalu berkerjasama dan memberikan dukungan kepada masyarakat dan semua elemen pemerintah untuk membasmi kegiatan-kegiatan negatif yang terjadi ditengah tengah masyarakat, “ungkap Oki.

Sebelumnya, pada Sabtu sore 20 April 2024 tim media Radarbangsa.co.id bersama tokoh masyarakat ketua RT dan RW setempat mendatangi tempat penjual miras. Kedatangan tidak lain ingin konfirmasi kebenaran tentang penjualan miras dan memberikan edukasi kepada penjual miras agar menutup dan tidak menjual miras diwilayah Muktiharjo Kidul, “tuturnya.

Baca Juga :  Skandal Bantuan Pertenakan di Pekalongan, Anggota Kelompok Tidak Dilibatkan Dana Dipangkas 10% Oknum Aspirator

 

Selain itu, ucapan terima kasih kepada rekan rekan media yang sudah memberikan informasi terkait penjualan Miras Ciu diwilayah kami, dan alhamdulilah perhari ini sudah resmi ditutup oleh perugas gabungan, Lurah, Ketua RW, tokoh masyarakat, Polri dan TNI , “pungkasnya.

Ditempat terpisah, Ketua SWI Sekber Wartawan Indonesia Provinsi Jawa Tengah Suroto Anto Saputro, juga mengucapkan terima kasih kepada TNI – Polri, Lurah Muktiharjo Kidul, Ketua RW, tokoh masyarakat dan Kepala Perwakilan Jawa Tengah & DIY media radarbangsa.co.id atas perhatian dan kerjasamanya, “ucap Ketua SWI Jateng.

Ketua SWI Jateng juga menegaskan, Kami dari Organisasi SWI akan terus memantau, Pokoknya jangan ada lagi penjualan miras ciu di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. “Karena, pada dasarnya Miras Ciu itu Ilegal tidak menguntungkan negara dan harganya murah, terjangkau untuk anak-anak, sangat berbahaya bisa merusak generasi muda Bangsa Indonesia, “tegasnya.

Red

 

Berita Terkait

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD
Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi
Silaturahmi Strategis di Polres Pekalongan, Perkuat Sinergi Pers dan Kepolisian untuk Stabilitas Publik
Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri
Polres Kendal dan Dewan Buruh Jalin Silaturahmi, Dorong Kondusivitas Wilayah
Fasilitas Publik Hancur, Diduga Gegara Tambang Milik ‘F’ di Ngampel, Pemerintah Kendal Kurang Tegas

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 09:38 WIB

Demo HIMAPSI – SALING di Pematang Siantar Memanas : Massa Desak Copot Sekda

Jumat, 10 April 2026 - 09:10 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Kamis, 9 April 2026 - 13:29 WIB

DPRD Kabupaten Madiun Bahas 2 Raperda ; Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Profesionalisme BUMD

Senin, 30 Maret 2026 - 11:35 WIB

Resmob Polres Salatiga Gercep Amankan Sopir dan Truk Diduga Ngangsu BBM Solar Subsidi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:30 WIB

Silaturahmi Strategis di Polres Pekalongan, Perkuat Sinergi Pers dan Kepolisian untuk Stabilitas Publik

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:51 WIB

Awak Media Diusir Saat Liputan, Diduga Ada Pungli Parkir di Zona Publik Pantai Widuri

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:20 WIB

Polres Kendal dan Dewan Buruh Jalin Silaturahmi, Dorong Kondusivitas Wilayah

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:21 WIB

Fasilitas Publik Hancur, Diduga Gegara Tambang Milik ‘F’ di Ngampel, Pemerintah Kendal Kurang Tegas

Berita Terbaru