Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, SE, turut menyuarakan pentingnya hari ini. Ia mengimbau seluruh wali murid agar hadir dan mendampingi anak-anak.
TRIBUNCHANNEL.COM – Aceh//Langsa – Di halaman sebuah sekolah dasar di Kota Langsa, suasana berbeda terasa pagi itu. Seorang ibu tampak menuntun tangan anaknya yang masih malu-malu. Anak laki-laki itu mengenakan seragam putih merah yang masih tampak baru, lengkap dengan tas bergambar tokoh kartun favoritnya. Di matanya ada ragu, tapi juga semangat.
Hari itu, Senin pertama tahun ajaran baru 2025/2026, bukan sekadar hari masuk sekolah melainkan momen awal bagi anak-anak untuk memulai babak baru dalam hidup mereka.
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, SE, turut menyuarakan pentingnya hari ini. Ia mengimbau seluruh wali murid agar hadir dan mendampingi anak-anak mereka, khususnya usia dini, di hari pertama sekolah.
“Hari pertama sangat menentukan. Dukungan orang tua, sekecil apapun, bisa memberi dampak besar terhadap semangat dan mental anak. Kita ingin sekolah jadi tempat yang menyenangkan sejak langkah pertama,” ujar Wali Kota Jeffry.
Imbauan ini menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2025, serta Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 400.3.2/28815 tentang masa pengenalan lingkungan satuan pendidikan yang ramah anak. Pemerintah mendorong agar satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SLB menciptakan suasana yang aman, menyenangkan, dan membangun karakter positif bagi siswa baru.
Di beberapa sekolah, pemandangan anak-anak digandeng oleh orang tua menjadi hal yang menyentuh. Ada yang penuh semangat, ada pula yang masih malu-malu. Tak sedikit yang menangis pelan saat berpisah di depan kelas—namun pelukan hangat ibu atau ayah membuat segalanya terasa lebih ringan.
Fitri (34), salah satu wali murid,saat dikoonfirmasi oleh awak media Tribuncannel.com mengatakan ia sengaja mengambil cuti kerja demi mengantar anaknya yang masuk TK tahun ini.
“Saya ingin dia tahu bahwa sekolah itu tempat yang aman, menyenangkan, bukan hal yang menakutkan. Dan saya percaya, kehadiran saya hari ini akan jadi kenangan yang ia simpan lama,” ucapnya.
Wali Kota Langsa menekankan bahwa keberadaan orang tua di masa pengenalan sekolah bukan hanya mendukung emosional anak, tapi juga memperkuat kerja sama antara rumah dan sekolah dalam membentuk karakter generasi mendatang.
“Kalau ingin anak kita tumbuh jadi pribadi yang baik, maka kita pun sebagai orang tua harus hadir, terutama di momen penting seperti ini,” ujar Jeffry.
Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Pendidikan juga memastikan agar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dilaksanakan secara ramah, tanpa perundungan, tanpa tekanan, dan tanpa kekerasan fisik maupun verbal. Sekolah diarahkan untuk fokus membangun ikatan sosial yang sehat, pengenalan lingkungan, serta adaptasi yang nyaman bagi anak.
Hari pertama sekolah adalah awal dari banyak hal. Dan bagi anak-anak Kota Langsa, pagi itu dimulai dengan senyum, semangat, dan pelukan orang-orang tercinta. Sebuah langkah kecil untuk masa depan besar.
Red / Syafruddin



















